JCCNetwork.id- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menyatakan tidak mengetahui adanya surat yang dikirim kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait permohonan dukungan penanganan dampak bencana di wilayahnya. Pernyataan ini menanggapi beredarnya surat permintaan bantuan untuk banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota.
Meski demikian, ia menegaskan sikapnya tidak menolak jika ada bantuan datang dari pihak mana pun untuk korban bencana.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, yang mendampingi Gubernur, memberikan klarifikasi. Ia menyebut ada kesalahpahaman mengenai surat tersebut. Menurut MTA, surat yang dimaksud tidak hanya ditujukan kepada lembaga PBB, tetapi juga kepada sejumlah LSM dan lembaga internasional yang beroperasi di Indonesia, seperti UNDP dan UNICEF.
Surat permohonan bantuan itu ramai diperbincangkan setelah bencana banjir dan longsor melanda Aceh, menyebabkan puluhan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang parah. Hingga saat ini, Pemerintah Aceh masih berfokus pada proses tanggap darurat dan rehabilitasi pasca-bencana.













