JCCNetwork.id-Rumah pensiun Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hampir rampung dibangun.
Berdiri di atas lahan seluas 12.000 meter persegi dengan nilai tanah mencapai Rp10 juta per meter, hunian dua lantai itu disebut-sebut sebagai rumah pensiun supermewah dengan total nilai tanah sekitar Rp120 miliar. Angka tersebut belum termasuk biaya pembangunan dan pengadaan perabotan.
Meski begitu, Jokowi menegaskan dirinya tidak akan menempati rumah tersebut setelah purna tugas. Ia memilih tetap tinggal di kediamannya yang sekarang di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
“Tetap di rumah lama. Sudah punya rumah kok,” ujar Jokowi dikutip dari Tribunnews.com, sambil tersenyum.
Rumah pensiun yang berada di kawasan strategis di Jalan Adi Sucipto itu kini telah mencapai sekitar 90 persen pengerjaan.
Bangunan utama dilengkapi halaman luas dan taman, dikelilingi sejumlah fasilitas publik seperti Rumah Makan Taman Sari, Grandis Barn, dan berdekatan dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Lokasinya pun hanya berjarak sekitar 13 menit dari Bandara Adi Soemarmo.
Meski megah, Jokowi mengaku lebih nyaman tinggal di rumah lamanya yang sederhana di Solo.
“Kita sudah punya rumah. Meskipun kecil, apa pun bentuknya, tetap senang di rumah lama,” ujarnya.
Kendati demikian, Jokowi tidak menutup kemungkinan rumah tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan.
“Ya bisa saja dipakai untuk pertemuan-pertemuan atau menerima tamu,” katanya. “Bisa juga nanti dibuka untuk publik. Tapi saya tidak pindah domisili, tetap di Sumber,” tambahnya.
Saat ini, rumah pensiun tersebut masih berada di bawah kewenangan Kementerian Sekretariat Negara karena belum diserahkan secara resmi kepada Jokowi.
“Rumah itu masih kewenangan Kementerian Sekretariat Negara karena belum diserahkan ke saya, dan saya lihat juga belum selesai,” ungkapnya.
Kehadiran rumah pensiun mantan Presiden ke-7 RI itu disambut positif oleh warga dan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Blulukan, Slamet Wiyono, berharap rumah tersebut dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Harapannya bisa selesai dan ditempati. Warga juga berharap bisa berinteraksi dengan beliau,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Slamet juga menganggap kehadiran Jokowi sebagai sebuah kehormatan bagi desanya.
“Yang jelas, ini suatu kehormatan. Kami berharap keberadaan beliau dan keluarga bisa berkontribusi untuk Desa Blulukan. Apalagi putra beliau juga kini menjabat sebagai RI 2. Semoga bisa memberi dampak positif bagi warga,” katanya.
Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, rumah pensiun Jokowi di Blulukan diperkirakan akan menjadi salah satu ikon baru di kawasan Colomadu, sekaligus simbol masa purna tugas seorang presiden yang memilih tetap hidup sederhana di tanah kelahirannya.



