Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Hapus Tunggakan BPJS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Pemerintah memastikan bakal menghapus tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp20 triliun. Kebijakan tersebut ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut dana tersebut sudah dialokasikan sesuai janji Presiden untuk membantu peserta yang tergolong tidak mampu.

Langkah pemutihan ini dipastikan tidak akan mengganggu arus kas BPJS Kesehatan. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan, selama pelaksanaan dilakukan tepat sasaran, keuangan lembaga tetap akan aman.

- Advertisement -

“Enggak, tidak akan mengganggu, asal tepat sasaran. Kalau enggak tepat sasaran itu bisa mengganggu, tetapi kalau tepat sasaran saya kira enggak,” katanya di Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025

Menurut Ghufron, pemutihan tunggakan ini ditujukan kepada peserta BPJS Kesehatan yang mengalami perubahan status kepesertaan, seperti dari peserta mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dalam sejumlah kasus, peserta yang telah berpindah menjadi PBI masih tercatat memiliki tunggakan iuran dari periode sebelumnya.

“Jadi pemutihan itu intinya bagaimana untuk orang yang sudah biasa pindah komponen, dulunya itu katakanlah mandiri, lalu menunggak, padahal dia sudah pindah ke PBI, tetapi masih punya tunggakan. Nah, itu dibayari oleh pemerintah daerah misalnya (karena sudah menjadi PBI), tetapi (tercatat di sistem) masih punya tunggakan, maka tunggakan itu dihapus,” ujar dia.

- Advertisement -

Ia menegaskan, proses pemutihan akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penerima manfaat benar-benar berasal dari kelompok masyarakat tidak mampu.

“Ya tentu kita harapkan tepat sasaran ya, jadi dia desilnya itu desil yang katakanlah masuk di dalam DTSEN,” ucapnya.

BPJS Kesehatan, kata Ghufron, akan memperketat pengawasan agar kebijakan pemutihan ini tidak disalahgunakan oleh peserta yang mampu secara ekonomi. Ia menegaskan, kebijakan ini bukan untuk mendorong masyarakat menunggak iuran dengan sengaja.

“Yang jelas kalau BPJS itu istilahnya negara hadir, kemudian peserta itu bisa akses pelayanan, tetapi tidak disalahgunakan. Orang yang mampu ya bayar itu bukan terus, ‘Wah, saya nunggu nanti biar ada pemutihan lagi’ begitu, enggak, enggak terjadi itu,” paparnya dilansir Antara.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa anggaran sebesar Rp20 triliun telah dimasukkan dalam rencana pembiayaan negara tahun ini.

“Tadi minta dianggarkan Rp20 triliun, sesuai dengan janji Presiden. Itu sudah dianggarkan,” katanya.

Ia berharap kebijakan tersebut disertai perbaikan tata kelola di BPJS Kesehatan agar anggaran tidak bocor.

“Jadi begini, saya minta mereka untuk melakukan perbaikan pelaksanaannya di lapangan. Jadi yang bocor-bocor dibetulin. Terus kalau ada keburukan beli alat yang enggak perlu diberesin aja,” tegas Purbaya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

MU Gebuk Sabah di Old Trafford

JCCNetwork.id-Manchester United membuka perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan.Bermain di Oldp Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, Setan Merah menundukkan Sabah...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Hakim Pertanyakan Saksi Mahkota dan Hak Ingkar di KUHAP Baru
09:33
Video thumbnail
Kejagung Pajang Rp1 Triliun Uang Sitaan #shorts #trending
02:19
Video thumbnail
Konflik Agraria Tak Berujung, DPR Ungkap Masalah Mendasar di Balik Sengketa Tanah
11:11
Video thumbnail
Rp509 Miliar untuk Anggaran Pengawasan MBG, Kepala BPOM Yakin Kasus Keracunan Bisa Ditekan
10:43
Video thumbnail
Anak Kecil Sudah Banyak Cuci Darah, Uya Kuya Cecar BPOM soal Pengawasan Jajanan
08:46
Video thumbnail
AHY Tegaskan Sikap Demokrat di Era Prabowo, Dukung Penuh Semangat Presiden
15:48
Video thumbnail
Menko Zulhas Blak-blakan Akui MBG Gagal Ada Apa?
08:51
Video thumbnail
Akademisi Soroti LHKPN Tak Lagi Ditakuti #shorts #trending
02:40
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Sikap Demokrat Saat di Luar Kekuasaan: Tak Caci Maki, Tak Bakar-Bakar
09:34
Video thumbnail
Prabowo Akui Ikuti Jejak SBY Terjun Politik: Kalau Nyontek yang Baik, Boleh
09:47
Video thumbnail
Bukan Perampasan Aset, Pakar Dorong Judul RUU Diubah Jadi Penyitaan #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Pakar Soroti Nama RUU Perampasan Aset, Lebih Tepat Disebut RUU Penyitaan
11:44
Video thumbnail
BPOM Dinilai Tak Akan Mampu Menekan Angka Keracunan MBG Begini Alasan DPR
12:14
Video thumbnail
Harusnya Semua Tindak Pidana Asetnya Bisa Disita, Jangan Hanya Batasi dengan 13 Poin Saja
12:37
Video thumbnail
Blak-blakan! Prabowo Akui SBY Taruna Terbaik, Dirinya Disebut Taruna yang Bisa Diperbaiki
09:34
Video thumbnail
Ada Ada Saja, Prabowo Lihat Teks Pidato, Aksinya Malah Bikin Hadirin Tertawa
08:40
Video thumbnail
Bukan Cuma Hasil Korupsi, Ahli Minta Harta dari Judi Bisa Disita Negara
12:42
Video thumbnail
HUT Demokrat, Prabowo Bicara Demokrasi Indonesia: Macam-macam Warna tapi Tetap Rukun
09:27
Video thumbnail
Soal RUU Perampasan Aset, Koruptor Bebas Hartanya Masih Tetap Bisa Dirampas?
08:34
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan Ngaku Bisik-Bisik ke Kapolri, Berbuat Baik Suka Lupa
08:10

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER