Kemendikbudristek Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Museum Nasional

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memperingati Hari Museum Indonesia 2025 dengan tema “Museum Berkelanjutan, Budaya Bermartabat”. Peringatan yang berlangsung sejak akhir pekan lalu ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran museum sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian warisan budaya bangsa di era digital.

Kegiatan yang digagas oleh Direktorat Sejarah dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan, tersebut digelar secara nasional melalui berbagai agenda di sejumlah daerah. Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon menegaskan, museum memiliki fungsi yang jauh lebih luas dari sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.

- Advertisement -

“Tema yang diangkat pada tahun ini sangat relevan, di mana museum merupakan rumah pengetahuan, edukasi, ingatan kolektif bangsa. Jadi tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan, tapi juga merupakan ruang belajar, ruang dialog lintas generasi, jendela yang membuka wawasan bagaimana bangsa membangun peradaban,” ujar Fadli Zon.

Menurut Fadli, tema tahun ini mencerminkan semangat keberlanjutan dalam pengelolaan museum. Ia menekankan pentingnya menjadikan museum sebagai ruang hidup yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.

Data Kemendikbudristek mencatat, hingga 2025 terdapat 481 museum yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 196 museum dikelola oleh pemerintah daerah, 118 di bawah pengelolaan pemerintah pusat, 166 dimiliki oleh pihak perorangan, dan satu museum berada di bawah naungan masyarakat hukum adat.

- Advertisement -

“Ini yang sudah teregistrasi di Direktorat Museum. Dari sisi kualitas dan standar, museum-museum di Indonesia terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan tipe,” kata Fadli Zon.

Kemendikbudristek menilai, museum memiliki peran strategis sebagai etalase budaya dan garda terdepan pelestarian sejarah bangsa. Melalui pameran artefak, benda-benda kuno, dan dokumentasi sejarah, museum menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan masyarakat dengan masa lalu untuk memahami jati diri bangsa.

Selain sebagai tempat wisata edukatif, museum juga diharapkan mampu beradaptasi dengan era digital melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan menarik minat masyarakat agar lebih aktif berkunjung ke museum.

Dalam rangkaian Hari Museum Indonesia 2025, Kemendikbudristek menggelar sejumlah kegiatan utama, antara lain Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) menuju Hari Museum Indonesia dan Deklarasi Hari Museum Indonesia. Berbagai pameran tematik dan program edukasi juga diadakan untuk memperkenalkan peran museum dalam menjaga keberlanjutan budaya.

Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat sejarah berdirinya Hari Museum Indonesia yang berawal dari Musyawarah Museum se-Indonesia di Yogyakarta pada 1962. Momen tersebut menandai lahirnya komitmen nasional untuk menjadikan museum sebagai pusat pelestarian identitas bangsa.

Kemendikbudristek berharap peringatan Hari Museum Indonesia dapat membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap museum. Dalam beberapa tahun terakhir, minat kunjungan sempat menurun akibat perubahan pola wisata dan dampak pandemi.

Peringatan ini juga menjadi refleksi atas tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga serta melestarikan warisan peradaban bangsa. Dengan pendekatan modern dan dukungan teknologi digital, museum diharapkan dapat terus hidup sebagai ruang inspirasi dan pengetahuan lintas generasi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Persita Bidik Rekor Poin saat Jamu Persis

JCCNetwork.id- Persita Tangerang menargetkan penutup manis pada laga terakhir musim ini saat menjamu Persis Solo dalam pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 di Stadion...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER