Doktif Singgung Strategi Marketing Flexing dan Overclaim

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id –Sidang kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa artis Nikita Mirzani kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Dokter Samira, atau yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif), sebagai saksi.

Dalam kesaksiannya, Doktif membeberkan awal perkenalan dengan pihak-pihak yang berseteru, yakni Reza Gladys dan suaminya, Attaubah Mufid. Ia menyebut, pasangan tersebut sempat mengakui strategi pemasaran produk skincare mereka menggunakan metode flexing, atau pamer kemewahan.

- Advertisement -

“Saya nasihati di situ. ‘Kenapa sih kamu itu menjual produk dengan cara marketing flexing?’ Nah, di situlah mereka mengakui,” ujar Doktif di ruang sidang.

Tidak hanya soal pemasaran, Doktif juga menegur praktik bisnis pasangan tersebut yang dinilai overclaim dan menetapkan harga terlalu tinggi.

‘’Kamu sadar enggak, Taubah Mufid? Kalau produk kamu tuh overclaim, overprice. Nah, akhirnya mereka mengakui,” tegasnya.

- Advertisement -

Menurut Doktif, pertemuan itu terjadi di kediamannya setelah ia mengunggah video review produk Attaubah Mufid di TikTok.
Namun, di tengah kesaksiannya, muncul fakta lain terkait bisnis kecantikan yang ia jalani.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diketahui baru saja mencabut izin edar 21 produk kosmetik, empat di antaranya terafiliasi dengan dirinya.
Menanggapi hal tersebut, Doktif memilih bersikap santai dan justru mengapresiasi langkah BPOM.

‘’Enggak apa-apa kan, saya enggak pernah jualan keranjang produk berbahaya. Itu membuktikan BPOM tidak milih-milih kasih. Doktif bangga banget,” katanya.

Ia menegaskan pencabutan izin edar itu tidak berkaitan dengan isu kandungan berbahaya pada produknya.

‘’Enggak ada, jangan dipelintir. Enggak ada kandungan berbahaya. Tidak pernah Doktif menjual produk dengan kandungan berbahaya,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bareskrim Ungkap Penyebab Blackout Sumatera

JCCNetwork.id-Bareskrim Polri memastikan pemadaman listrik massal yang terjadi di enam provinsi di Pulau Sumatera bukan disebabkan oleh aksi sabotase maupun tindak kriminal. Hasil penyelidikan awal...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER