Iran Desak PBB Kecam Ancaman AS dan Israel

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Pemerintah Iran mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam pernyataan yang dinilai sebagai ancaman pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilontarkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta pihak Israel.

Dalam sebuah surat resmi yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan sejumlah pejabat tinggi PBB lainnya, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut pernyataan Trump sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

- Advertisement -

“tahu persis” di mana Khamenei berada, tetapi tidak akan membiarkan Israel atau militer AS “mengakhiri hidupnya.”

Trump mengeklaim bahwa ia menyelamatkan Khamenei “dari kematian yang sangat buruk dan memalukan.”

“Ancaman sembrono dan disengaja oleh pejabat senior tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, khususnya Pasal 2(4), yang secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara,” kata utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam suratnya pada Jumat.

- Advertisement -

“Mereka juga melanggar prinsip-prinsip hukum internasional yang sudah kukuh, termasuk hak Kepala Negara untuk tidak diganggu gugat, dan merupakan hasutan yang jelas untuk melakukan terorisme negara,” imbuh surat tersebut.

Trump, melalui platform media sosial Truth Social pada Jumat, menyatakan dirinya mengetahui keberadaan Khamenei dan mengklaim telah menyelamatkan pemimpin Iran itu dari kematian yang sangat buruk dan memalukan namun menambahkan bahwa ia tidak akan membiarkan Israel atau militer AS mengakhiri hidupnya.

Iran menilai pernyataan tersebut sebagai hasutan terbuka terhadap tindakan terorisme negara dan mendesak PBB untuk mengambil langkah konkret demi memastikan akuntabilitas terhadap apa yang disebut sebagai tindakan ilegal secara internasional.

Surat Iran ditujukan kepada Guterres, Presiden Dewan Keamanan PBB bulan Juni Carolyn Rodriguez-Birkett, dan Presiden Majelis Umum PBB Philemon Yang.

Dalam pernyataan terpisah di platform X, Misi Iran di PBB menyerukan ketiga pejabat tersebut untuk menjalankan tanggung jawab hukum mereka atas retorika kriminal dan provokatif tersebut.

“mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan akuntabilitas atas tindakan-tindakan yang salah secara internasional ini.”

Misi Tetap Iran di PBB menyatakan di X bahwa mereka mendesak Guterres, Rodriguez-Birkett dan Yang untuk “menjalankan tanggung jawab hukum mereka terhadap retorika kriminal dan provokatif tersebut.”

Ketegangan diplomatik ini muncul di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel.

Sehari sebelumnya, Ayatollah Khamenei mengklaim kemenangan Iran dalam konflik 12 hari melawan Israel, serta menyatakan bahwa Teheran telah berhasil mengatasi tekanan dari Washington menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bikin Geleng Kepala Subsidi BBM Masih Melenceng, 63% Penikmat Pertalite Ternyata Orang Mampu

JCCNetwork.id- Subsidi BBM masih melenceng, 63% penikmat pertalite justru kelas Menengah Atas.  Saat harga BBM naik, semua orang mengeluh. Tapi ketika ada subsidi, justru...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER