JCCNetwork.id-Sebuah aksi keji penyiraman air keras kembali mengguncang publik setelah seorang wanita muda menjadi korban di kawasan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Kejadian ini mendadak viral setelah video insiden tersebut tersebar luas di media sosial, terutama melalui akun Instagram @lbj_jakarta.
Dalam video yang beredar, terlihat korban, seorang wanita berinisial F (20), tengah mengendarai sepeda motor seorang diri di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara. Tanpa diduga, ia dipepet oleh seorang pelaku yang kemudian dengan cepat menyiramkan air keras ke tubuhnya sebelum melarikan diri.
Pasca disiram, korban terlihat panik dan melepas sebagian pakaian yang dikenakannya akibat rasa panas luar biasa dari cairan kimia tersebut.
Warga sekitar segera memberikan pertolongan dengan menutupi tubuh korban menggunakan selimut tebal untuk mengurangi rasa perih yang dideritanya. Dalam kondisi syok, F hanya bisa terduduk diam di tepi jalan sambil menahan sakit.
Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Yus Jahan, menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika motor yang digunakan korban mogok di jalan. Korban kemudian menghubungi suaminya untuk meminta bantuan.
Suami korban datang, memperbaiki motornya, dan menggantikan motor korban dengan kendaraan lain agar ia bisa melanjutkan perjalanan.
Namun nahas, saat F kembali melanjutkan perjalanannya, ia menjadi target aksi pelaku.
“Iya betul dipepet. (Korban disiram) dari belakang, luka paling banyak di belakang, (air keras) masuk ke badan depan juga,” ujar Yus Jahan kepada wartawan, Rabu (11/12/2024).
Akibat penyiraman tersebut, F menderita luka bakar serius di bagian depan dan belakang tubuhnya. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit untuk mengatasi luka-luka tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan bahwa korban mengenal pelaku. Meski demikian, motif di balik aksi keji ini masih menjadi misteri.
“Beliau (korban) mengenal pelakunya. Kalau soal motif itu kita belum mendalami motif itu, yang pasti kita harus mendalami itu dulu. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran,” tambahnya.
Polisi hingga kini terus memburu pelaku yang diduga melarikan diri sesaat setelah melakukan aksinya. Sementara itu, petugas juga tengah mendalami hubungan antara korban dan pelaku, termasuk kemungkinan motif balas dendam atau konflik pribadi.
Kejadian ini menuai reaksi keras dari masyarakat, terutama di media sosial. Banyak yang mengecam tindakan pelaku yang dinilai tidak manusiawi. Publik juga mendesak agar polisi segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik peristiwa ini.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak akan pentingnya keamanan di jalan raya, terutama bagi perempuan yang kerap menjadi target kejahatan.
Kasus ini juga mengingatkan perlunya tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.













