JCCNetwork.id- Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami serangkaian erupsi pada Senin (8/7/3034) pagi yang terpantau secara intensif oleh para petugas. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.35 WIB, meskipun tidak terlihat secara visual karena kabut tebal yang meliputi area tersebut saat itu.
Menurut Ghufron Alwi, erupsi berikutnya tercatat pada pukul 01.17 WIB dan 01.48 WIB, dengan tinggi letusan mencapai 600 meter di atas puncak gunung. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu intens tebal tersebar ke arah utara dan barat laut, tercatat dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi hingga 133 detik.
“Namun erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 133 detik,” kata Ghufron, Senin (8/7/2034).
Erupsi berlanjut hingga pukul 07.50 WIB, dengan total delapan kali letusan hingga pukul 09.00 WIB, meskipun tidak mengganggu aktivitas sehari-hari di sekitar lereng gunung.
Hendra Gunawan dari PVMBG menyatakan bahwa Gunung Semeru saat ini berada dalam status Siaga Level III, dengan rekomendasi untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang 13 kilometer dari puncak gunung sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bahaya erupsi.























