JCCNetwork.id- Presiden Rusia Vladimir Putin mengejutkan dunia internasional dengan mengajukan tawaran perdamaian kepada Ukraina. Tawaran ini disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan pegawai Kementerian Luar Negeri di Moskow, di mana Putin mengklaim bahwa Rusia telah membuat “usulan perdamaian konkret dan nyata” kepada Kiev. Namun, hanya beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Ukraina dengan tegas menolak tawaran itu.
Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, menyampaikan tanggapan Kiev melalui platform media sosial X, menyatakan bahwa tidak ada “usulan perdamaian” yang baru dari Rusia.
“Jika Kiev dan negara-negara Barat menolaknya seperti sebelumnya, maka itu adalah urusan mereka, tanggung jawab politik dan moral mereka atas kelanjutan pertumpahan darah,” kata Putin.
Sejak invasi dimulai pada Februari 2022, Rusia dan Ukraina telah berada dalam kondisi perang yang terus memanas, dengan berbagai upaya diplomatik untuk menghentikan pertempuran yang selalu menemui jalan buntu. Tawaran Putin kali ini tampaknya juga tidak mampu mengubah dinamika tersebut.
Ukraina, yang didukung oleh sejumlah besar negara Barat, terus berusaha mempertahankan kedaulatannya terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Rusia.
Pertemuan di Moskow ini tidak hanya mempertegas posisi Rusia tetapi juga memanaskan suasana diplomatik di Eropa dan di seluruh dunia. Negara-negara Barat sejauh ini telah mendukung Ukraina secara politis dan militer, dengan mengirimkan bantuan dalam bentuk senjata dan perlengkapan lainnya, sementara Rusia tetap berpegang teguh pada agenda militernya.























