Antusiasme Pemilu di Balik Jeruji, Tahanan Rutan Salemba Terlibat Aktif dalam Proses Demokrasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Seluruh penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Salemba, Jakarta Pusat, menyalurkan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pemilu 2024, Rabu.

Dalam suasana yang penuh antusiasme, para tahanan memasuki 12 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan di lapangan olahraga rutan.

- Advertisement -

“Di sini ada 12 TPS,” kata petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Rawasari, Adit saat ditemui di lokasi.

Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Rawasari, Adit, menjelaskan bahwa ada 12 TPS yang tersedia di lokasi, masing-masing dibagi menjadi dua baris dengan enam deret yang saling berhadapan.

Tiap TPS memiliki ukuran sekitar 6×7,5 meter. Pemandangan unik terlihat saat TPS-TPS itu disusun berjejer, menciptakan koridor untuk mobilitas petugas dan antrian para pemilih, yang juga merupakan tahanan.

- Advertisement -

Dari arah depan rutan, TPS pertama adalah TPS 906 yang berhadapan dengan TPS 907, dilanjutkan dengan urutan berikutnya hingga TPS 901 berhadapan dengan TPS 912. Setiap TPS tertutupi kain merah putih dengan batas antara TPS dijaga oleh kain berwarna putih.

Para petugas pemilihan, yang terdiri dari 108 orang dengan 24 petugas pengamanan langsung (pamsung) dan 84 petugas KPPS, berperan aktif memastikan kelancaran proses pemilihan

Adit menegaskan kunjungannya ke TPS Rutan Salemba untuk memastikan data pemilihan ter-input dengan benar ke dalam aplikasi Sirekap, yang digunakan untuk perhitungan cepat suara.

“Tadi ke sini untuk aplikasi Sirekap untuk perhitungan cepat suara. Kalau di luar kan ada juga hitung cepat ya, nah kalau versi KPU itu ada Sirekap,” kata Adit.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pasbata Duga Ada Operasi Giring Opini Negatif dengan Serangan Terstruktur ke Seskab Teddy

JCCNetwork.id - Sekretaris Jenderal Pasbata, Budiyanto Hadinagoro, menyoroti maraknya serangan yang ditujukan kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menilai, pola serangan yang berkembang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER