JCCNetwork.id- Indonesia mengalami pukulan telak setelah menelan kekalahan 2-3 dari tuan rumah dalam Play Off Relegation Davis Cup World Group II di Tome, Togo. Satu-satunya penyelamat, Muhammad Rifqi Fitriadi, meraih kemenangan tunggal.
“Ini sebenarnya kejadian yang belum pernah kita lalui, terdegradasi dari grup II ke grup III. Tetapi PP Pelti sudah melakukan langkah-langkah awal terkait persiapan ke Togo,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Hasbullah Tahir, Senin (5/2/2024) dikutip.
Rifqi memulai dengan gemilang di lapangan Stade Omnisport de Lome, namun keberhasilannya tidak cukup menyelamatkan Indonesia. Ganda Togo menciptakan kejutan dengan menundukkan kombinasi Rifqi/Anthony.
Ketika kemenangan Rifqi di hari kedua memberikan harapan, Anthony Susanto gagal menahan serangan lawan. Indonesia terpaksa menerima kenyataan pahit, kalah 2-3.
Hasbullah berharap pemain yang absen dalam pertandingan tandang dapat ikut serta saat Indonesia menjamu Togo. Meskipun Indonesia harus kembali bermain di Grup III, semangat bela negara tetap diutamakan.
Kekecewaan ini muncul setelah kekalahan dari Pakistan bulan September lalu, memaksa Indonesia kembali bertarung di Play Off Relegation melawan Togo. Di sisi lain, Togo melaju ke babak Playoff setelah mengalahkan Benin.
“Apa pun itu kalau negara yang minta melalui PP Pelti, saya rasa plus minus harus ditinggalkan demi Merah Putih. Butuh kesabaran hati untuk membela negara, tapi itu harus kita dahulukan,” kata Hasbullah.
“Kunjungan Togo di Indonesia mudah-mudahan teman-teman tersentuh hatinya bela negaranya untuk turun bersama-sama persembahkan penampilan-penampilan terbaik.”
Indonesia, dengan peringkat 59 dunia, akan bergabung dengan Thailand dan Vietnam di Group III Zone Asia/Oceania. Perjalanan tim Indonesia selanjutnya akan menjadi ujian kesetiaan dan semangat bela negara.



