Fatwa MUI Boikot Produk Pro Israel, Muncul Lagi Gerakan Kebangkitan Produk Nasional

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Gerakan Kebangkitan Produk Nasional (Gerbang Pronas) mulai menjadi konsen masyarakat usai viralnya Fatwa MUI terkait boikot produk yang terafiliasi dengan zionis Israel.

Gerakan ini adalah gerakan moral intelektual guna mendong penggunaan produk lokal dan nasional untuk menggantikan produk yang terafiliasi dengan Israel.

- Advertisement -

Selain itu, gerakan ini disebut tak hanya sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina saja. Namun, juga menjadi motivasi bagi anak bangsa untuk mengurangi ketergantungan atas produk luar negeri yang terafiliasi dengan Israel.

“Motif kita bukan hanya sekedar solidaritas untuk Palestina. Motivasi kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri yang terafiliasi dengan Israel,” ujar Sekjen Gerbang Pronas Ahmad Syakiri dalam keterangannya yang di kutip JCCNetwork.id, Minggu (19/11/2023).

“Ini harus jadi momentum besar untuk mendorong kebangkitan produk nasional,” sambung dia.

- Advertisement -

Di ketahui, gerakan ini menggunakan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Pejuang Palestina sebagai spirit dasar untuk menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel atau produk yang mendukungnya.

Gerbang Pronas percaya, bahwa Gerakan Kebangkitan Produk Nasional ini perlahan menjadi suatu kekuatan besar. Hal ini untuk menghancurkan produk-produk yang terafiliasi dengan Israel di Indonesia.

“Supaya konstruktif dan produktif, inisiatif dan semangat ini harus di gunakan untuk mendukung produk nasional. Ini juga menjadi langkah awal umat Islam untuk mendorong kedaulatan produk nasional atas produk asing,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gibran Perketat Keamanan Pangan Program MBG

JCCNetwork.id- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pengetatan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan tersebut disampaikan kepada Badan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER