JCCNetwork.id- Gempa bumi bermagnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Senin (12/10/2026) pagi. Guncangan terjadi pada pukul 05.07 WIB dan dirasakan warga di wilayah Enarotali.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berpusat sekitar 7 kilometer di sebelah tenggara Kabupaten Deiyai. Episentrum gempa berada di wilayah daratan.
Berdasarkan parameter yang dirilis BMKG, gempa memiliki kedalaman 10 kilometer. Dengan kedalaman tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa dangkal.
“Pusat gempa berada di darat,” tulis keterangan resmi BMKG, Senin, 12 Oktober 2026.
Meski berkekuatan M4,5, getaran gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Enarotali. Pada tingkat intensitas tersebut, guncangan umumnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang berada di dalam rumah.
Sensasi getaran pada skala III MMI juga dapat menyerupai efek kendaraan berat yang melintas di sekitar lokasi, sehingga warga dapat merasakan adanya guncangan meski tidak selalu menimbulkan dampak signifikan terhadap bangunan.
Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang ditimbulkan oleh gempa tersebut.
BMKG meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diingatkan untuk menjauhi bangunan yang kondisinya rentan, terutama bangunan yang mengalami keretakan akibat guncangan.
Masyarakat di sekitar wilayah terdampak diminta memastikan kondisi lingkungan sebelum kembali beraktivitas seperti biasa. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kerusakan yang belum terlihat secara langsung.
BMKG juga mengingatkan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” imbau BMKG.
























