JCCNetwork.id- Pemerintah mulai menyiapkan langkah penghematan anggaran sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Salah satu opsi yang mencuat adalah pemangkasan gaji pejabat setingkat menteri dan wakil menteri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut. Ia menilai kebijakan itu sebagai langkah rasional dalam upaya efisiensi belanja negara.
“Setuju itu kan bagus, gajinya sudah kegedean, kalau itu bagus,” kata Purbaya pada awak media di Istana Kepresidenan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi terbatas yang membahas strategi penghematan anggaran pemerintah tahun berjalan. Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan.
Menurut Purbaya, pemerintah saat ini telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan evaluasi ulang terhadap alokasi anggaran masing-masing. Fokus utama diarahkan pada penundaan program yang dinilai tidak mendesak serta pengalihan belanja ke sektor yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
Langkah efisiensi ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi tekanan ekonomi global, terutama akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas fiskal di tengah risiko eksternal yang meningkat.
Meski demikian, Kementerian Keuangan masih melakukan perhitungan rinci terkait besaran anggaran yang dapat dihemat melalui kebijakan tersebut. Hasil kalkulasi ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan pemerintah.
Di sisi fiskal, pemerintah memastikan posisi anggaran negara masih berada dalam batas aman. Purbaya menegaskan bahwa ruang defisit masih tersedia dan tetap dijaga agar tidak melampaui ambang batas yang diatur dalam undang-undang.
“Tapi yang jelas kita juga hitung berapa sih defisitnya. Kan kita masih punya ruang sedikit ke atas sebelum ke 3 persen kan. Kan anggaran cuma di design ke 2,68 persen dari PDB defisitnya,” jelas Purbaya.
Saat ini, defisit anggaran dirancang berada di kisaran 2,68 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), masih di bawah batas maksimal 3 persen. Pemerintah menilai ruang tersebut dapat dimanfaatkan secara hati-hati untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.



