Status Siaga, Gunung Semeru Kembali Semburkan Abu Vulkanik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (6/3) dini hari. Letusan gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 400 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Geologi, erupsi terjadi pada pukul 04.01 WIB. Kolom abu yang dihasilkan dari letusan tersebut teramati mencapai ketinggian sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut.

- Advertisement -

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa informasi mengenai aktivitas vulkanik tersebut segera disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai kanal resmi lembaga pada pukul 04.44 WIB sebagai langkah peringatan dini.

Secara instrumental, aktivitas erupsi tercatat pada alat pemantau seismik dengan amplitudo maksimum mencapai 20 milimeter. Getaran tersebut berlangsung selama sekitar 1 menit 7 detik, menandakan adanya pelepasan material vulkanik dari kawah gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Abu vulkanik tersebut bergerak menuju arah timur, termasuk ke kawasan Besuk Kobokan yang merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

- Advertisement -

Aktivitas erupsi masih berlangsung. Status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Pihak Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi tinggi terdampak awan panas guguran maupun aliran material vulkanik.

Selain itu, warga juga diminta menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi dilanda perluasan awan panas serta aliran lahar yang diperkirakan dapat menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang memasuki radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terhadap lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Badan Geologi turut mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru. Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Pemerintah dan petugas pemantau gunung api terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Semeru guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gempa M5,8 Guncang Bolsel, Tak Berpotensi Tsunami

JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, pada Sabtu pagi (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER