Bamus Betawi Apresiasi Setahun Kepemimpinan Pramono-Rano

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Organisasi kemasyarakatan Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) menilai satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno menunjukkan arah kebijakan yang semakin berpihak pada penguatan identitas budaya Betawi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menyatakan berbagai kebijakan dan simbol yang dihadirkan dalam agenda resmi pemerintahan mencerminkan keseriusan Pemprov dalam menempatkan Betawi sebagai identitas utama Ibu Kota. Ia menegaskan, penguatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan telah masuk dalam praktik keseharian birokrasi.

- Advertisement -

“Ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk pengakuan Betawi adalah identitas utama Jakarta,” ujar Riano, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, penggunaan pakaian adat Betawi seperti ujung serong dalam pelantikan pejabat, hingga penyajian kuliner tradisional seperti bir pletok dalam acara pemerintahan, menjadi simbol konkret keberpihakan terhadap budaya lokal. Langkah tersebut dinilai memberi pesan kuat bahwa masyarakat Betawi tidak sekadar menjadi bagian sejarah, tetapi juga aktor utama dalam pembangunan Jakarta.

Bamus Betawi juga menilai penguatan budaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yang menegaskan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama daerah. Regulasi tersebut menjadi landasan hukum bagi pemerintah daerah untuk menempatkan pelestarian budaya sebagai prioritas kebijakan.

- Advertisement -

Selain penguatan simbolik, Bamus Betawi menyoroti sejumlah rencana strategis Pemprov DKI Jakarta yang berkaitan dengan pelestarian identitas lokal. Di antaranya pembangunan patung pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin dalam skala besar sebagai penanda sejarah perjuangan Betawi di Ibu Kota.

Tak hanya itu, terdapat pula rencana pembangunan gapura berciri khas Betawi di sejumlah pintu masuk kota, serta penerapan kewajiban penggunaan ornamen Betawi pada gedung-gedung pemerintahan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter visual Jakarta sebagai kota dengan akar budaya yang jelas.

Riano menekankan pentingnya konsistensi dalam merealisasikan program-program tersebut. Ia berharap penguatan identitas budaya tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan diwujudkan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kebijakan pembangunan.

Di sektor pendidikan, Bamus Betawi mendorong optimalisasi mata pelajaran Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) di sekolah-sekolah. Menurutnya, penguatan kurikulum berbasis budaya lokal menjadi kunci agar generasi muda, khususnya generasi Z dan Alpha, tetap mengenal serta mencintai warisan budaya Betawi di tengah arus globalisasi.

“Penguatan identitas budaya harus menyentuh generasi Z dan Alpha. Di situlah masa depan Betawi ditentukan,” tegasnya.

Sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta, Riano memastikan pihaknya akan mengawal kebijakan yang mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Betawi. Ia menilai transformasi status Jakarta sebagai daerah khusus harus diiringi dengan penguatan identitas dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Bamus Betawi menyatakan akan terus memantau implementasi kebijakan tersebut dan membuka ruang kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta agar pelestarian budaya berjalan seiring dengan pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jaksa Tuntut Ammar Zoni 9 Tahun Penjara

JCCNetwork.id- Aktor Ammar Zoni menghadapi tuntutan pidana penjara selama sembilan tahun dalam kasus dugaan peredaran narkotika di dalam rumah tahanan. Jaksa penuntut umum menilai...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER