Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadhan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah memastikan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pangan menjadi prioritas utama menjelang dan selama bulan suci Ramadhan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga diperkuat guna mengantisipasi lonjakan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga di berbagai daerah.

Langkah tersebut ditempuh sebagai respons atas tren peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Ramadhan yang kerap berdampak pada fluktuasi harga sejumlah komoditas strategis. Pemerintah menegaskan, stabilitas pasokan dan distribusi pangan harus terjaga agar daya beli masyarakat tidak tertekan.

- Advertisement -

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional maupun ritel modern. Pengawasan dilakukan secara berkala guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap dalam batas wajar serta mencegah praktik penimbunan dan spekulasi.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian utama antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam, hingga cabai dan bawang. Komoditas tersebut selama ini memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan, terutama saat permintaan meningkat signifikan menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

Selain pengawasan pasar, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, pelaku usaha, serta Badan Pangan Nasional untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar. Distribusi yang terhambat kerap menjadi faktor pemicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

- Advertisement -

Pemerintah juga menyiapkan skema intervensi pasar apabila terjadi lonjakan harga di luar kendali. Bentuk intervensi tersebut antara lain operasi pasar, penyaluran cadangan pangan pemerintah, hingga penguatan pasokan dari daerah sentra produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan stok.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengendalikan inflasi, terutama inflasi kelompok bahan makanan. Pemerintah menilai stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi serta stabilitas sosial selama bulan suci.

Dengan pengawasan yang diperketat dan sinergi antarlembaga yang diperkuat, pemerintah optimistis ketersediaan stok tetap aman dan harga kebutuhan pokok dapat dikendalikan sepanjang Ramadhan. Masyarakat pun diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga sembako yang signifikan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gunungan Sampah Longsor di Bantargebang, 13 Orang Tertimbun

JCCNetwork.id-Tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian korban pascalongsor gunungan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang terjadi pada Ahad...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER