JCCNetwork.id- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (22/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam peninjauan lapangan itu, Rano Karno menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan, terutama daging ayam dan telur. Berdasarkan hasil dialog dengan pedagang, lonjakan harga tersebut sudah dirasakan oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang ada beberapa komponen harga yang naik, seperti ayam misalnya. Kemudian tadi juga telur mengalami kenaikan,” ujar Rano di Pasar Senen.
Rano menyebutkan bahwa kenaikan harga ayam potong dan telur tidak sepenuhnya dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun. Menurutnya, harga komoditas tersebut telah mengalami tren kenaikan sejak beberapa bulan lalu.
“Tapi memang kalau ayam, tadi kita tanyakan, kenaikannya bukan karena Nataru. Harga ayam ini memang sudah meningkat sejak 4–5 bulan lalu,” jelas Rano.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Untuk itu, pihaknya akan segera menggelar rapat terbatas guna merumuskan langkah konkret dalam mengendalikan harga bahan pokok agar tidak semakin membebani masyarakat.
Sebagai upaya jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta telah dan akan terus menggelar program pangan murah dan pangan bersubsidi di sejumlah titik. Program ini ditujukan untuk menjaga daya beli warga sekaligus menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kita akan mengadakan pangan subsidi. Kita akan mengadakan pangan subsidi,” kata Rano.
Meski demikian, Rano memastikan bahwa kondisi stok pangan di Jakarta masih dalam keadaan aman. Ia menegaskan bahwa pasokan bahan pokok utama mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu Kota, termasuk selama momentum Nataru.
“Alhamdulillah stok cukup. Artinya kebutuhan dasar masyarakat Jakarta bisa terpenuhi,” ujar Rano.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sembari memastikan pemerintah terus memantau perkembangan harga dan distribusi pangan di seluruh wilayah Jakarta.







