Logam Mulia Menguat di Tengah Gejolak Ekonomi Global

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga emas dunia melonjak tajam hingga dua persen pada akhir pekan ini, dipicu oleh langkah Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang memangkas suku bunga acuan, serta meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kesepakatan dagang antara Washington dan Beijing.

Berdasarkan data perdagangan terakhir, harga emas spot tercatat naik 1,9 persen menjadi US$ 4.003,62 per ons troi, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,4 persen di posisi US$ 4.015,9 per ons troi. Kenaikan ini menandai level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir di tengah kondisi pasar global yang fluktuatif.

- Advertisement -

Kebijakan moneter longgar The Fed menjadi salah satu faktor utama pendorong penguatan logam mulia tersebut. Pada Rabu (29/10/2025) waktu setempat, The Fed resmi memangkas suku bunga acuannya, sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar. Namun, bank sentral memberikan sinyal bahwa pemangkasan kali ini kemungkinan menjadi yang terakhir pada tahun ini.

Langkah tersebut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas. Emas dikenal sebagai aset safe haven yang cenderung menguat saat suku bunga rendah, karena tidak menghasilkan imbal hasil tetap (non-yielding asset) seperti obligasi.

Di sisi lain, pasar global juga dibayangi oleh ketidakpastian terkait kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat dan China. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penurunan tarif terhadap China dari 57 persen menjadi 47 persen. Kebijakan itu merupakan bagian dari imbal balik atas komitmen Beijing untuk kembali membeli kedelai dari AS serta melanjutkan ekspor mineral tanah jarang ke Negeri Paman Sam.

- Advertisement -

Selain itu, China juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap perdagangan fentanil ilegal, salah satu isu sensitif dalam hubungan dagang kedua negara.

Namun, pengumuman tersebut justru memunculkan keraguan di kalangan pelaku pasar.

“Awalnya harga emas sempat melemah sedikit, tetapi setelah rincian kesepakatan dagang diumumkan dan pasar menyadari bahwa perjanjian itu tampak kosong, sentimen kembali negatif dan harga emas menguat,” ujar Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian, seperti dilansir dari Reuters.

Kondisi pasar yang tidak menentu membuat permintaan terhadap aset aman seperti emas dan logam mulia lainnya meningkat. Tak hanya emas, harga perak spot juga naik 2,7 persen menjadi US$ 48,81 per ons troi, platinum menguat 1,2 persen ke US$ 1.604,38 per ons troi, dan paladium melonjak 3,4 persen ke posisi US$ 1.447,08 per ons troi.

Para analis memperkirakan harga emas masih berpotensi menguat dalam jangka pendek apabila tensi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global terus berlanjut. Namun, arah kebijakan The Fed pada pertemuan berikutnya tetap menjadi faktor kunci bagi pergerakan harga logam mulia tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Tanjung Verde Kejutkan Spanyol di Piala Dunia

JCCNetwork.id-Tanjung Verde mencatat hasil mengejutkan pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Spanyol dengan skor 0-0 di Stadion Atlanta, Amerika...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER