JCCNetwork.id- Ratusan warga di Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menghadapi krisis air bersih sejak dua bulan terakhir. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi meski desa itu berada di wilayah yang berdekatan dengan Waduk Jatigede dan diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kesulitan air bersih ini terutama dirasakan sekitar 200 kepala keluarga di Dusun Cilembu. Mayoritas warga menggantungkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), namun distribusi air tidak mengalir akibat tersumbatnya pipa. Kepala Desa Pakualam, Sopian Iskandar, menjelaskan hambatan itu terjadi sejak akhir September lalu karena adanya proyek pembangunan saluran jalan provinsi.
“Yang mengalami kekeringan kebanyakan yang di pinggir-pinggir jalan karena mereka pakai PDAM. Kalau yang masuk ke dalam masih aman, mereka punya sumur,” jelasnya.
Untuk mengatasi darurat kebutuhan warga, pemerintah desa meminta dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang. Sejumlah truk tangki air pun dikirim ke lokasi, masing-masing membawa puluhan ribu liter air. Warga berbondong-bondong mengantre dengan membawa jeriken, ember, dan galon untuk dibawa pulang.
Salah seorang warga Desa Pakualam, Dara Haetin mengatakan, meski Sumedang dilanda hujan beberapa hari terakhir, warga masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini diperparah lantaran air dari PDAM tidak mengalir akibat adanya perbaikan.
“Biasanya dari PAM, rusak katanya. Ada lah dua bulan sejak September kemarin,” katanya.
Dara Haetin, mengatakan bantuan air itu sangat meringankan beban masyarakat.
“Sangat terbantu sekali, buat masak, buat menyuci buat mandi. Kalau tidak ada air sangat kerepotan, menyuci pakaian juga harus ke sumur yang jaraknya lumayan jauh,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pakualam Sopian Iskandar menyampaikan krisis air bersih dialami warganya akibat tersumbatnya pipa air PDAM.
“Sejak September akhir dikarenakan tersumbatnya aliran air dari PDAM karena kebetulan ada pembuatan saluran jalan dari provinsi,” kata Sopian.
Menurut catatan pemerintah desa, distribusi bantuan air dari BPBD sudah dilakukan beberapa kali dalam sepekan terakhir.
“Alhamdulillah minggu kemarin 25.000 liter, respons cepat dari BPBD bahkan sampai jam 1 malam warga rela menunggu air. Sekarang 15.000 liter lagi bantuan dari BPBD,” tukasnya.



