JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperketat langkah pencegahan rabies di wilayah Jembrana menyusul tingginya kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dan status kabupaten tersebut yang masih masuk kategori zona merah.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan masyarakat harus segera mendapatkan penanganan medis bila mengalami gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan menjadi kunci menekan angka kematian akibat rabies.
“Intinya harus segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika kesadaran ini terbentuk dengan baik, tidak ada lagi orang meninggal akibat rabies,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat menghadiri peringatan World Rabies Day di Rest Area Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Senin, 29 September 2025.
Kabupaten Jembrana menjadi salah satu wilayah paling rawan penyebaran rabies di Bali. Daerah paling barat Pulau Dewata itu memiliki populasi anjing dan kucing yang tinggi sehingga berpotensi besar menjadi reservoir penyebaran penyakit.
Data Pemprov Bali mencatat, sepanjang Januari–September 2025 rata-rata terjadi 550 kasus gigitan anjing setiap bulan di Jembrana. Dari jumlah tersebut, 96 kasus dinyatakan positif rabies. Dari total 51 desa dan kelurahan, 49 di antaranya masih berstatus zona merah rabies.
Dewa Indra menambahkan, cepat lambatnya virus rabies menyebar dalam tubuh sangat ditentukan oleh lokasi gigitan. Gigitan pada paha, pinggang, tangan, hingga wajah dinilai mempercepat virus menuju otak yang berisiko mempercepat kematian.
“Karena itu, hanya tenaga medis yang berwenang menentukan seseorang terinfeksi rabies atau tidak,” jelasnya.
Tingkat vaksinasi HPR di Jembrana tercatat lebih rendah dibandingkan kabupaten lain di Bali. Untuk itu, Pemprov Bali bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta berbagai pihak terkait menggencarkan vaksinasi hewan di wilayah tersebut.
Dewa Indra menekankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana segera menyusun jadwal vaksinasi massal, khususnya di desa-desa yang masih masuk zona merah. Pemprov Bali, kata dia, akan mendukung penuh kebutuhan vaksin maupun tenaga medis di lapangan.
“Pemkab Jembrana harus lebih cepat menyusun jadwal vaksinasi terutama di zona merah. Pemerintah provinsi siap mendukung dengan tenaga dan vaksin,” ungkap Dewa Indra.



