JCCNetwork.id – Ketua Bidang Pemuda Lembaga Aliansi Indonesia, Muhammad Jodi Husein, mengingatkan waspada potensi penyusup dalam aksi memperingati Hari Tani Nasional di Jakarta, hari ini Rabu (24/9/2025). Pasalnya demonstrasi yang membawa isu agraria dan kesejahteraan petani rawan ditunggangi pihak tertentu, termasuk kelompok anarko yang dapat memicu kerusuhan.
Menurut Jodi, momentum penyampaian aspirasi petani seharusnya berjalan damai dan tertib. Namun, pengalaman sejumlah aksi sebelumnya yakni pada Agustus lalu menunjukkan adanya provokasi sehingga menimbulkan kerusuhan dari kelompok anrko.
“Gerakan petani harus tetap fokus pada perjuangan hak-hak mereka. Jangan sampai anarko ikut bergerak menyusup ke dalam gerakan. Kita percayakan kepada aparat untuk mengantisipasi pihak ketiga yang berniat membuat gaduh,” kata Jodi, Rabu (24/9/2025).
Adapun sejumlah massa dari berbagai elemen masyarakat dijadwalkan turun ke jalan. Aksi akan berlangsung di dua titik, yakni kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, serta depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan.
Massa yang terlibat terdiri dari berbagai organisasi, antara lain perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia Provinsi Lampung, Komite Aksi Hari Tani Nasional ke-65, Komite Perjuangan Pertanian Rakyat (KPPR), Koalisi Nasional untuk Reforma Agraria, BEM SI Kerakyatan, hingga Aliansi Rakyat Menggugat.
Jodi Kembali menegaskan, aspirasi petani harus disampaikan dengan damai tanpa merugikan kepentingan publik. Jadi massa aksi pun harus ikut proaktif mengantisipasi pergerakan pihak ketiga yang mencoba memperkeruh suasana.
“Jangan sampai tuntutan petani yang murni memperjuangkan hak dan reforma agraria justru dicederai oleh ulah penyusup,” pungkasnya.



