Polisi Bongkar Rencana Penggunaan Molotov di Demo Jakarta

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Polisi mengungkap fakta baru terkait rencana kericuhan dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada akhir Agustus 2025. Sejumlah bom molotov diketahui sudah disiapkan di lokasi tertentu, dengan tersangka RAP diduga menjadi sosok sentral dalam penyebarannya.

Kanit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Gilang Prasetya, menjelaskan temuan itu terungkap dari komunikasi para tersangka di grup WhatsApp.

- Advertisement -

‘’Itu di-upload melalui media mereka dan posting-nya live di WA grup. Kami sudah mendapatkan caption dari percakapan tersebut, termasuk titik penyimpanan molotov,” ujar Gilang, Rabu (3/9/2025).

RAP, yang dijuluki “profesor” karena keahliannya meracik molotov, disebut polisi tidak hanya mengajarkan cara pembuatannya, tetapi juga mengarahkan lokasi penyimpanan hingga distribusi.

“Tersangka RAP meng-upload cara membuat bom. Yang lebih penting, ia juga menunjukkan tempat-tempat di mana bom itu ditaruh,” tegas Gilang.

- Advertisement -

Sebelumnya, polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus penghasutan aksi anarkis sejak 25 Agustus 2025.

Dari jumlah itu, RAP menjadi sorotan utama lantaran perannya yang ganda, yakni sebagai penyebar tutorial pembuatan bom molotov sekaligus koordinator kurir di lapangan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menegaskan RAP memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan instruksi berbahaya.

‘’Perannya adalah membuat tutorial pembuatan bom molotov sekaligus berkoordinasi dalam distribusi molotov di lapangan,” kata Ade Ary, Selasa (2/9/2025).

Polisi menegaskan penyidikan masih berlanjut untuk membongkar jaringan lebih luas yang terlibat dalam perencanaan kericuhan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

JCCNetwork.id- Harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam pada perdagangan global Kamis (11/6) setelah pemerintah Iran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz sebagai respons atas meningkatnya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER