Polemik Situasi Politik di Pati

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Aksi unjuk rasa besar-besaran mewarnai Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025), menyusul kebijakan Bupati Sudewo yang menaikkan pajak daerah. Dalam insiden yang terekam video dan beredar luas di media sosial, orang nomor satu di Pati itu dilempari sandal dan botol minum oleh massa yang memadati lokasi aksi.

Kericuhan ini bermula dari tantangan Sudewo kepada masyarakat agar menggelar aksi jika keberatan dengan kebijakan kenaikan pajak. Tantangan tersebut dijawab dengan kehadiran ribuan warga yang memprotes di depan kantor bupati.

- Advertisement -

Ketegangan berlanjut di gedung DPRD Pati. Lembaga legislatif daerah langsung menggelar rapat paripurna yang dihadiri 42 dari total 50 anggota dewan. Agenda utama rapat adalah membahas usulan penggunaan hak angket untuk mengevaluasi kebijakan bupati, termasuk penanganan massa aksi.

“DPRD memiliki hak angket dan saya menghormati paripurna tersebut,” tegasnya.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengonfirmasi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) angket beranggotakan 15 orang yang akan bekerja selama 60 hari.

- Advertisement -

“Semua fraksi menyepakati dibentuk tim pansus angket untuk menindaklanjuti tentang kebijakan Bupati Pati Sudewo. Pansus langsung rapat. Sedangkan hasilnya menunggu mereka karena punya waktu 60 hari kerja,” ujarnya.

Menanggapi situasi tersebut, Sudewo menegaskan tidak akan mengundurkan diri meski tuntutan pengunjuk rasa mengarah ke pemakzulan.

“Tentunya tidak bisa harus berhenti dan mundur dengan tuntutan seperti itu, karena semua ada mekanismenya,” ujarnya di Pati, Rabu.

Meski sempat memanas, Sudewo menyatakan kondisi Pati kini telah kembali kondusif. Ia juga mengaku memahami emosi warga dalam aksi tersebut.

“Secara garis besar sudah selesai. Kalaupun saat menemui pendemo terjadi ada pelemparan kami bisa memahami emosi mereka karena jumlah massa banyak, sehingga tidak mungkin terkendali sepenuhnya. Tapi yang terpenting, semuanya sudah berjalan baik,” ujarnya.

Setelah melihat kenyataan bahwa tantangannya kepada masyarakat terkabul, Sudewo mengaku kalau telah belajar. “Tentu ada kekurangan yang harus dibenahi ke depan. Saya akan memperbaiki segala sesuatunya,” ujarnya.

Bupati berjanji akan memperbaiki kebijakan dan berpesan kepada masyarakat agar tetap solid serta tidak mudah terprovokasi.

“Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang, supaya pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Sudewo juga meminta rumah sakit memberikan perawatan terbaik bagi peserta aksi yang mengalami masalah kesehatan. Sementara itu, DPRD Pati mengimbau warga untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan menjaga ketertiban wilayah.

Dengan terbentuknya Pansus angket, masa depan kepemimpinan Sudewo kini bergantung pada hasil penyelidikan DPRD dan rekomendasi yang akan diajukan ke Mahkamah Agung dalam dua bulan ke depan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Fadly Henga Tetap Kejar Mimpi di Tengah Ancaman Sanksi

JCCNetwork.id- Karier pesepakbola muda Fadly Alberto Henga tengah menjadi sorotan setelah insiden keras yang melibatkan dirinya dalam ajang pembinaan usia muda. Eks pemain Timnas...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER