Budayawan Apresiasi Laju Ekonomi Jateng, Jadi Modal Perkuat Pembangunan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pembangunan Jawa Tengah pada Tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan fondasi ekonomi yang semakin kuat. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian provinsi ini pada triwulan I 2025 tumbuh 4,96 persen secara tahunan (Year on Year/YoY), melampaui pertumbuhan nasional yang berada di angka 4,87 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi motor utama dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 15,24 persen.

- Advertisement -

Budayawan sekaligus pemerhati Jawa Tengah, Budiyanto Hadinagoro, menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan agenda pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi yang positif patut disyukuri, tapi kita tidak boleh lengah. Penurunan angka kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus digenjot,” kata Budiyanto, kepada awak media, Sabtu (9/8/2025).

Stabilitas harga juga menjadi sorotan positif. BPS mencatat inflasi tahunan pada April 2025 berada di level 1,94 persen, lebih rendah dibandingkan April 2024 yang mencapai 3,27 persen. Kondisi ini dinilai menunjukkan pengendalian harga yang efektif.

- Advertisement -

Dari sisi keuangan daerah, kinerja APBD Jawa Tengah mencatat realisasi pendapatan hingga 30 Juni 2025 sebesar Rp11,213 triliun atau 46,04 persen dari target setahun penuh. Pendapatan ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,140 triliun, pendapatan transfer Rp3,982 triliun, dan lain-lain pendapatan sah sebesar Rp91,032 miliar.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah juga menerapkan efisiensi anggaran senilai Rp3,4 triliun dalam postur APBD 2025. Kebijakan ini diharapkan membuat belanja publik lebih efektif dan tepat sasaran.

“Jadi Pemprov Jatengt sudah tepat memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar memberi dampak nyata bagi rakyat. Pembangunan manusia, pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan, serta tata kelola pemerintahan yang berintegritas harus terus menjadi prioritas Utama,” tambah Budiyanto.

Budiyanto juga memberikan apresiasi atas gagasan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang mendorong pengembangan wilayah sebagai kota aglomerasi. Menurutnya, langkah ini berpotensi mendongkrak pendapatan daerah, khususnya dari sektor pariwisata.

Ia menilai, konsep tersebut dapat mengoptimalkan potensi destinasi unggulan di Jawa Tengah, mulai dari Candi Borobudur, Semarang, Kopeng, hingga berbagai lokasi wisata lainnya. Budiyanto menekankan, efek berganda akan dirasakan, mulai dari peningkatan pendapatan hotel, pertumbuhan UMKM, hingga bertambahnya pendapatan daerah.

Diharapkan kunjungan wisatawan di Jawa Tengah bisa istirahat dan menikmati suasana malam sehingga sisi pendapatan hotel juga ikut naik,” tandasnya.

Selain itu, Jawa Tengah juga berhasil menduduki posisi kedua secara nasional dalam capaian kinerja ekonomi daerah, tepat di bawah Jawa Barat. Capaian tersebut, kata Budiyanto, tidak lepas dari peran Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) yang bergerak cepat dan tepat dalam mengawal kebijakan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Emas UBS dan Galeri 24 Melonjak

JCCNetwork.id- Harga emas batangan yang dipasarkan PT Pegadaian kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Kenaikan terjadi pada seluruh jenis produk emas yang dijual,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER