Kelompok Penyerang Acara FTA Bukan Massa Demo

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Polisi menegaskan bahwa sekelompok orang tak dikenal yang membubarkan acara diskusi Forum Tanah Air (FTA) di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, bukan berasal dari massa demonstrasi. Hal ini terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan.

“Mereka berbeda, dari kelompok yang berbeda,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, Minggu (29/9/2024).

- Advertisement -

Kesimpulan ini diambil setelah analisis terhadap video yang beredar pasca insiden. Ade Rahmat menyebut beberapa video yang tersebar telah melalui proses pengeditan dan diberi narasi tambahan.

“Tapi, itu tidak seutuhnya seperti yang disampaikan di beberapa video di media sosial, itu pun kami dari Polres Metro Jakarta Selatan akan mendalami yang melakukan penyebaran video tersebut,” lanjutnya.

Ade menjelaskan bahwa pada Sabtu, 29 September 2024, ada tiga kegiatan di Hotel Grand Kemang. Pertama, seminar FTA yang tidak memberikan pemberitahuan ke pihak kepolisian, kedua, demonstrasi yang menolak keberadaan seminar tersebut, dan ketiga, kelompok penyerang yang membubarkan diskusi secara paksa.

- Advertisement -

Meskipun tak ada surat pemberitahuan resmi dari panitia seminar, Polsek Mampang Prapatan tetap melakukan pengamanan di lokasi, dipimpin oleh Kapolsek Kompol Edy Purwanto. Pengamanan dilakukan di depan hotel untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kemudian, tiba-tiba ada beberapa orang massa yang menyusup lewat pintu belakang, lewat pintu karyawan dan ada beberapa yang sudah berada di dalam hotel,” ungkap Ade Rahmat.

Polisi menduga kelompok penyerang mungkin telah menginap di hotel tersebut, namun hal ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Jadi, intinya kami memberikan pengamanan agar tidak terjadi gesekan di tempat tersebut. Namun, kami tetap mengedepankan humanis, dan apabila ada pelanggaran, kami melakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Meski belum bisa mengidentifikasi kelompok penyerang secara pasti, lima orang telah diamankan, dan dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Ade juga menekankan bahwa penangkapan lima orang tersebut bukan akhir dari penyelidikan, dan polisi terus memburu pelaku lain yang terlibat. “Masih dalam pengembangan,” katanya.

Insiden pembubaran dan perusakan ini terjadi pada Sabtu pagi, 28 September 2024, sekitar pukul 09.30 WIB. Sekitar 30 orang terlibat dalam aksi ini, masuk ke dalam Magzi Ballroom di Hotel Grand Kemang, dan menyerang beberapa petugas keamanan. Polisi bekerja sama dengan pihak hotel untuk menyelidiki dugaan perusakan dan kerugian yang ditimbulkan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Swiss Raih Kemenangan Telak atas Bosnia

JCCNetwork.id- Tim Nasional Swiss meraih kemenangan telak 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER