JCCNetwork.id- Donald Trump, calon Presiden Amerika Serikat untuk Pemilu 2024, menjadi target penembakan saat kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (14/7/2024) .
Insiden ini menewaskan satu peserta kampanye dan melukai dua lainnya, sementara Trump sendiri mengalami luka gores di pipi dan telinga kanan. Pelaku penembakan, Thomas Matthew Crooks (20), tewas ditembak oleh agen Secret Service di tempat kejadian.
Namun, di tengah insiden tragis ini, muncul juga pertanyaan terkait besaran gaji anggota Secret Service Amerika Serikat.
Dikutip, menurut dokumen dari United States Secret Service Uniformed Division Salary Schedule 2021, gaji anggota Secret Service dibagi berdasarkan pangkat dan masa pengabdian. Gaji terendah untuk seorang Officer dengan pengabdian kurang dari satu tahun adalah sekitar US$ 64.610 per tahun atau sekitar Rp 1,04 miliar per tahun dengan kurs saat ini. Sedangkan gaji tertinggi, seperti yang diterima oleh Inspector dengan pengabdian 22 tahun ke atas, Deputy Chief, Assistant Chief, dan Chief, mencapai sekitar US$ 172.500 pertahun atau setara dengan Rp 2,79 miliar per tahun.
Selain anggota bersenjata, Secret Service AS juga merekrut warga sipil sebagai Special Agent, dengan gaji yang disesuaikan berdasarkan tingkat pendidikan dan jabatan. Level posisi dari GL-07 untuk lulusan S1 hingga GS-11 untuk lulusan S3 atau setara doktoral menunjukkan variasi gaji dari US$ 49.508 hingga US$ 64.009 per tahun, dengan perincian yang setara dengan Rp 801,03 juta hingga Rp 1,03 miliar per tahun.
Pengamanan terhadap VVIP di Amerika Serikat tidak hanya melibatkan keahlian dalam pengamanan bersenjata, tetapi juga keahlian dalam bentuk pengamanan lain yang khusus dan memerlukan keahlian tersendiri.



