JCCNetwork.id- Departemen Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Aliansi BEM se-Universitas Indonesia (UI) mengadakan pertemuan bersama Polres Metro Depok, Rektorat UI, dan keluarga Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI yang ditemukan tewas di Danau Kenanga pada Maret 2015.
Dalam kesempatan itu, Polres Metro Depok menyatakan akan menjalin komunikasi dengan asosiasi psikolog forensik (Apsifor) untuk membantu penyelidikan kasus tersebut. Selain itu, Polres juga berencana untuk menggelar perkara terkait kasus ini serta memberikan update yang lebih rinci kepada keluarga Akseyna.
“Polres akan menjalani komunikasi dan kerja sama dengan asosiasi psikolog forensik untuk membantu penyelidikan,” dikutip dari keterangan tertulis yang diterbitkan Pusgiwa UI, dikutip.
Universitas Indonesia juga akan turut serta dengan menyiapkan ahli-ahli yang dimiliki untuk membantu proses penyelidikan. Mereka menegaskan kesiapan untuk berkoordinasi dan bersikap kooperatif dalam menyelesaikan kasus ini.
“UI siap untuk berkoordinasi dan bersikap kooperatif dalam menyelesaikan kasus Akseyna,” tulis keterangan itu.
Tidak hanya itu, BEM UI dan keluarga Akseyna juga akan terlibat aktif dalam membantu penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan menyerahkannya kepada Polres. Pertemuan berkala juga akan diadakan setiap tiga bulan sekali untuk memantau perkembangan kasus tersebut.
“UI siap untuk berkoordinasi dan bersikap kooperatif dalam menyelesaikan kasus Akseyna,” tulis keterangan itu.
“Pertemuan berkala akan dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk memastikan progres dari kasus Akseyna, begitu juga dengan SP2HP,” tutup keterangan itu.
Dengan tujuh poin penting yang disepakati, harapannya kasus kematian Akseyna Ahad Dori dapat segera terungkap dan mendapatkan keadilan yang pantas.



