JCCNetwork.id – Komite Mahasiswa dan Pemuda NTB Jakarta (KMP NTB Jakarta) membongkar keterlibatan Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri (IDP) diduga kerap berurusan dengan institusi penegak hukum, baik di Polda NTB maupun Kejati NTB.
IDP Sapaan Akrab Bupati Bima, diduga terlibat kasus korupsi di lingkup Pemda Bima, serta keluarga dan kelompoknya.
Hal itu disampaikan Johan Jauharin, Ketua Umum Komite Mahasiswa dan Pemuda NTB Jakarta (KMP NTB Jakarta), melalui pesan rilis yang diterima wartawan di Jakarta, pada Senin (03/06/2024).
“Dalam kurung waktu hampir sepuluh tahun IDP memimpin, persoalan korupsi bukan menurun, justru grafik menunjukkan kenaikan cukup signifikan setiap tahun, bahkan mencapai pada titik yang sangat menghawatirkan yaitu darurat korupsi,” ucap Johan.
Ia juga merasa tindakan korupsi yang ada di Bima saat ini menjadi persoalan yang menghambat kemajuan daerah Bima.
Hampir sebagian proyek rekanan Pemkab dikerjakan secara ugal-ugalan alias asal jadi yang penting mereka mendapatkan keuntungan yang besar. Tidak peduli dengan kualitas pekerjaan.
“Berdasarkan data yang kami dapat dari berbagai sumber, ditemukan berbagai skandal korupsi dilingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang diduga kuat melibatkan IDP. Kasus tersebut kami mengklasifikasikan 15 paket proyek jumbo dan 10 klaster korupsi, mulai dari tahun Anggaran 2015 sampai dengan tahun 2024,” ungkapnya.
Berdasarkan catatan yang di miliki KMP NTB Jakarta, ada sejumlah kasus korupsi yang melibatkan IDP selaku Bupati Bima dan kroninya.
Pertama, dugaan Korupsi bantuan bibit bawang merah 46 miliar tahun 2015 dan 2016. Dalam kasus ini ditemukan banyak masalah, seperti proses distribusi tidak tepat sasaran, banyak kelompok tani fiktif hingga mencapai ratusan lebih.
Kedua, Dugaan korupsi dalam proyek GOR Panda menelan anggaran 11,2 miliar tahun 2019. Saat tender, proyek tersebut dimenangkan PT Kerinci Jaya Utama.
























