DPR Desak POMAL Selidiki Kematian Lettu Eko yang Diduga Bunuh Diri

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjend TNI Mar Endi Supardi mengungkapkan hasil investigasi digital forensik yang menunjukkan bahwa perwira TNI AL, Lettu Eko, meninggal karena bunuh diri terkait masalah utang pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).

Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar, Dave Laksono, kemudian meminta Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POMAL) untuk menyelidiki lebih dalam kematian dokter militer tersebut.

- Advertisement -

“Mungkin ada baiknya POM AL mendalami hal tersebut. Ini sudah menjadi pandemi baru, dan nyata sebuah krisis nyata,” kata Dave, Senin (20/5/2024), dikutip.

Ia menyarankan POMAL bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri prajurit lainnya yang terlilit utang dan judi online guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Sangat mungkin (bunuh diri karena terlilit utang dan pinjol). Makanya POM TNI sebaiknya kerja sama dengan OJK atau PPATK, serta kominfo dan pihak lainnya, untuk menelusuri hal ini,” ujarnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, keluarga Lettu Eko mengungkapkan kejanggalan terkait laporan bahwa perwira TNI AL asal Sumatera Utara tersebut bunuh diri. Namun, Dankormar Mayjend TNI Mar Endi Supardi menegaskan bahwa hasil investigasi digital forensik menunjukkan Lettu Eko bunuh diri.

“Sebelumnya (almarhum) banyak googling masalah judi online, download aplikasi judi online. Jadi nyambung kenapa yang bersangkutan bunuh diri,” kata Mayjend TNI Mar Endi Supardi di Markas Korps Marinir, Jakarta Pusat (20/5/2024).

Utang Lettu Eko diketahui mencapai Rp 819 juta, yang terdiri dari utang kepada teman sesama anggota, bank, hingga warung koperasi di daerah operasi.

“Utang-utangnya di daerah operasi ada Rp 177 juta. Kemudian ada Rp 641 juta, total seluruh utang Rp 819 juta,” jelasnya.

Endi Supardi tidak dapat memastikan untuk apa utang-utang tersebut digunakan, namun ia yakin bahwa Lettu Eko tidak bisa mengembalikan uang yang dipinjamnya. Selain itu, Lettu Eko juga tertutup mengenai utang-utang tersebut kepada rekan-rekannya.

Sementara pihak keluarga merasa janggal terkait kematian Lettu Eko, mengaku menemukan luka lebam hingga bekas sundutan rokok pada tubuhnya.

“Itu kita dibuka untuk dikafani ulang, ternyata terdapat kejanggalan kejanggalan menurut kasat mata kami itu janggal, yaitu ditemukan lebam-lebam di badan yang tidak merata. Setelah itu, kita periksa ada juga keanehan seperti bekas sundutan rokok di punggung kiri,” kata paman korban Abdul Sattar dilansir, Senin (20/5/2024).

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER