Terungkap Alasan Golkar Minta Jatah 5 Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut secara spesifik soal kemungkinan partainya mendapat jatah 5 menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Keinginan itu, Airlangga sampaikan di depan Ketua Partai Golkar Tingkat Daerah di Bali pada Jumat, 15 Maret 2024 lalu.

- Advertisement -

Atas dasar hal itu, beberapa petinggi Golkar juga mengungkapkan alasan partai berlambang pohon beringin tersebut meminta jatah lima kursi menteri setelah pengumuman hasil Pemilu 2024.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng mengatakan, bahwa Golkar akan menjadi lokomotif utama dari koalisi pemerintahan selanjutnya.

Oleh sebab itu, menurutnya hal yang wajar jika partainya meminta jatah 5 kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran nantinya.

- Advertisement -

“Tentunya kita akan menjadi lokomotif utama, dalam koalisi ini pemerintahan ini, Bapak Prabowo. Tentunya wajar kalau kita minta apresiasi yang dapat 5 kursi ini,’ kata Markus Mekeng dalam keterangannya yang dikutip JCCNetwork.id, Selasa (19/3).

Meski demikian, Mekeng menegaskan bahwa permintaan Golkar tersebut menjadi hak perogratif dari presiden terpilih.

“Tentunya kami sampaikan kepada presiden. Apakah presiden setuju atau enggak itu kan prerogatif presiden,” jelasnya.

Sementara itu, Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menyebut bahwa alasan partainya meminta porsi segitu hanya sekedar untuk menyemangati para kader.

Pasalnya, permintaan itu disampaikan Airlangga itu hanya diperuntukkan untuk internal Partai Golkar saja.

“Kemudian terkuak oleh media, sebetulnya informasi yang memberikan semangat saja kepada kawan-kawan internal,” ungkap Doli Kurnia.

“Terkait Golkar, kami juga tentu pada akhirnya ada perundingan. Ada pembicaraan antara Pak Prabowo dengan Ketua Umum kami Pak Airlangga Hartarto,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dugaan Prostitusi Online, Tiga WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

JCCNetwork.id-Kantor Imigrasi Denpasar, Bali, memeriksa tiga warga negara asing (WNA) perempuan yang diduga terlibat praktik prostitusi. Ketiganya diamankan setelah terdeteksi melalui pemantauan aktivitas di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER