JCCNetwork.id– Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti mengungkapkan, profesi pelatih mengajarkan dirinya untuk saling memahami sesama manusia.
Ancelotti memulai debutnya sebagai pelatih bersama Reggina pada musim 1995/1996. Kemudian pindah ke Parma dan sempat meraih peringkat kedua di Liga Italia.
Lantaran berhasil tunjukkan strategi brilian yang dimiliki, Ancelotti kemudian melatih Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid, Bayern Munich dan mantapnya semua klub ini meraih gelar juara.
Pencapaian ini membuat pelatih asal Italia itu, tahu bagaimana harus mendengar seseorang serta dapat mengetahui pentingnya kolaborator.
“Sepakbola membantu saya meningkatkan hubungan dengan orang lain, belajar menghormati peraturan, lawan, dan rekan satu tim. Menjadi pelatih di atas segalanya berarti mengetahui cara mendengarkan orang lain, kolaborator, dan pemain Anda, lalu membuat keputusan sendiri,” ungkap Ancelotti, dilansir dari Football Italia.
“Saya mencoba menyampaikan ide-ide saya melalui persuasi, bukan dengan memaksakannya kepada orang lain. Saya tenang, sangat sabar, dan yang terpenting, saya beruntung didukung oleh semangat yang besar terhadap olahraga ini.Itu adalah hasrat yang saya miliki ketika saya berusia 15 tahun dan masih saya miliki hingga saat ini,” pungkasnya.
























