JCCNetwork.id – Komunikolog, Emrus Sihombing, angkat bicara terkait penggeledahan rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo di Kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru, pada Kamis, 28 September 2023. Dalam penggeledahan tersebut, KPK berhasil menyita uang puluhan miliar rupiah dan menemukan 12 pucuk senjata api.
“Mengejutkan perilaku korupsi diduga dilakukan Mentan SYL yang sudah berusia kurang lebih 68 tahun. Mengapa? Selain menemukan setumpuk uang sebesar Rp 30 miliar rupiah ketika dilakukan penggeledahan rumah dinas mentan juga didapat 12 pucuk senjata api,” kata Emrus, dalam keterangannya Sabtu (30/9/2023).
Emrus mengusulkan agar Presiden Jokowi segera membuat pernyataan atau keputusan yang menyatakan bahwa Indonesia mengalami darurat korupsi. Pasalnya, menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah secara tunai adalah tindakan yang tidak lazim, terutama dalam era kemajuan teknologi e-transfer.
Selain itu, temuan 12 pucuk senjata api juga mengundang pertanyaan serius, karena jumlah tersebut setara dengan satu regu pasukan bersenjata.
“Kemudian temuan keberadaan 12 pucuk senjata, menurut catatan saya, sama dengan untuk satu (1) regu pasukan bersenjata. Kepemilikan senjata tersebut, patut diduga berpotensi sebagai tindakan identik suversi,” ungkapnya.
Selain uang dan senjata, kehadiran mesin hitung uang di rumah dinas menteri juga menjadi sorotan. Emrus Sihombing menyarankan Menteri Sekretaris Negara memberikan penjelasan mengenai asal-usul mesin tersebut dan penggunaannya.
Untuk itu, pihak kepolisian perlu proaktif melakukan penyelidikan mendalam, termasuk bagaimana pengawasan peredaran, perijinan dan kepemilikan senjata api tersebut.
“Pendapatan seorang menteri tidak sampai ratus juta perbulan, kok ada mesin hitung uang. Nah, muncul pertanyaan kritis, mesin tersebut untuk hitung uang dari sumber mana saja ya?” tandasnya.







