JCCNetwork.id – Salah satu menteri Jokowi yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono secara terang-terangan menyebut Anies Baswedan salah baca data usai membandingkan hasil pembangunan era SBY vs Jokowi.
Anies Baswedan sebelumnya berpidato di acara puncak Milad PKS ke-21 soal pembangunan jalan di era SBY vs Jokowi. Menurutnya, pembangunan jalan di era SBY 10 kali lipat dibanding era Jokowi.
Anies menyebut, data pembangunan jalan tol di era Jokowi hanya 63 persen tepatnya 1.569 km dari 2.499 km tol yang ada di Indonesia. Data Anies itu secara lansung di tepis oleh Menteri Jokowi tersebut.
“Kelihatannya iya (salah baca). Kalau datanya bagus, datanya betul,” ungkap Basuki dalam keterangannya yang di kutip JCCNetwork.id, Sabtu (27/5).
Namun demikian, Basuki enggan menginginkan agar masalah ini menjadi polemik dan berkepanjangan.
“Tapi enggak usah berpolemik lah itu. Nanti datanya akan di perbaiki,” sebutnya.
Senada dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy rahadian bahwa pembangunan jalan di era SBY lebih panjang di banding era Jokowi adalah salah implementasi data BPS.
“Yang di sebut bahwa pembangunan jalan SBY lebih panjang dari zaman Jokowi, bukan seperti itu. Itu data BPS, jadi salah interpretasi data BPS,” jelas Hedy.
Pasalnya, bertambahnya jalan kabupaten itu terjadi lantaran adanya peralihan jalan desa menjadi jalan kabupaten.
“Yang nambah itu statusnya, bukan jalan barunya, Gak (bukan jalan baru), kan kita ada program pembangunannya. Di lihat di data program, jangan di lihat dari data status,” tegasnya.



