JCCNetwork.id- Suhu panas sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Bali dalam beberapa waktu belakangan tidak masuk kategori gelombang panas. Demikian kata Sub Koordinator Bidang Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah III Denpasar Tirtha Wijaya. Menyusul karakteristik fenomena maupun pengamatan suhu, BMKG tidak memenuhi kondisi gelombang pana.
Dampak masyarakat merasa lebih gerah, karena suhu cuaca menjadi sedikit lebih tinggi dari biasanya. Kemudian uap air dari transisi musim hujan ke musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, apalagi berada di luar ruangan sebaiknya menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan jaket. Konsumsi air putih dan buah juga menjadi keharusan di tengah cuaca seperti saat ini,” kata Tirtha, melansir RRI.
Kemudian, lanjutnya, meningkatnya fenomena suhu panas di sejumlah wilayah di Indonesia akibat gerak semu matahari. Cuaca panas akhir-akhir ini juga tidak berhubungan dengan kemarau dan bukan kategori gelombang panas.























