JCCNetwork.id – Pemerintah melalui menteri investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah meningcar untuk menambah saham di PT Freeport Indonesia sebesar 10 persen.
Target itu senada dengan rencana perpanjangan kontrak salah satu perusahaan tambang terbesar tersebut yang saat ini mayoritas sahamnya tengah dimiliki BUMN Tambang, MIND ID.
“Pemerintah sedang memikirkan perpanjangan dengan penambahan saham, dimana Pemerintah akan menambah saham sekitar 10 persen,” ujar Bahlil dalam keterangannya yang di kutip JCCNetwork.id, Sabtu (29/4/2023).
Bahlil juga menekankan bahwa, rencana perpanjangan kontrak perusahaan sekaligus rencana menambah pundi-pundi saham itu hanya sekedar bocoran saja. Pastinya, kata dia akan disampaikan secara resmi.
“Nanti diumumkan secara resmi, ini masih dalam pembahasan belum pasti, tapi pembahasannya sudah hampir matang,” ungkapnya.
Selain itu, Bahlil meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia. pasalnya, jika pembahasan perpanjangan kontrak dengan PT Freeport Indonesia itu sudah selesai, maka pemerintah akan meminta untuk pembangunan smelter tidak hanya berada di gresik, namun juga di Papua.
“Ini sebagai informasi tambahan doakan agar pembahasan ini bisa kita lalui bersama dengan asas barang tentu negara harus mendapatkan pendapatan yang lebih banyak. Ini yang kita diskusikan di Kementerian Investasi,” tandasnya.























