JCCNetwork.id- Sebanyak 78 orang tewas saat antre dan berdesak-desakan menerima bantuan. Bahkan sebanyak 13 orang juga mengalami kondisi kritis. Peristiwa tersebut terjadi di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Kamis (20/4/2023).
Melansir Reuters, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Yaman yang dikuasai kelompok Houthi, mengatakan awalnya ratusan orang berkerumun di sekolah untuk menerima bantuan senilai 5.000 riyal Yaman (sekitar Rp300.000) per orang.Pembagian sumbangan berasal dari para pedagang pada hari terakhir Ramadhan.
Lewat pernyataan terpisah, Kemdagri Yaman mengatakan dua pedagang yang bertanggung jawab atas acara tersebut ditahan dan penyelidikan masih dilakukan.
Tambahan informasi, koalisi pimpinan Arab Saudi, telah melakukan intervensi di Yaman pada 2015 setelah Houthi melengserkan pemerintah dari ibu kota Sanaa pada 2014. Konflik tersebut dianggap banyak kalangan sebagai perang proksi antara Saudi dan Iran.
Ketua komite revolusioner Houthi, Mohamed Ali al-Houthi, mengatakan insiden tersebut adalah buah dari warga Yaman yang menderita “krisis kemanusiaan terparah di dunia” setelah delapan tahun perang.























