JCCNetwork.id-Perjalanan pasangan ganda campuran Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Nikolaus Joaquin pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir di babak 16 besar.
Fadia/Joaquin harus mengakui keunggulan pasangan Thailand Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung Jumat (25/9/2026).
Mereka kalah 24-26, 21-17, 18-21.
Indonesia sebenarnya sempat menjaga peluang setelah merebut gim kedua.
Namun, pada gim penentuan, Fadia/Joaquin gagal mempertahankan konsistensi ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Sejumlah kesalahan sendiri membuat mereka kehilangan momentum dan akhirnya gagal mengamankan tiket ke perempat final.
Fadia mengatakan pengalaman pasangan Thailand yang lebih lama bermain sebagai ganda campuran menjadi salah satu tantangan dalam pertandingan tersebut.
Meski begitu, ia menilai persiapan bersama Joaquin sudah cukup untuk menghadapi berbagai kemungkinan permainan lawan.
“Bertemu pasangan Thailand yang memang fokus di ganda campuran dengan pengalaman yang banyak pasti penuh tantangan. Namun, sebenarnya kami sudah siap mau main apa saja,” kata Fadia.
Menurut Fadia, persoalan utama muncul ketika skor memasuki angka-angka kritis.
Sebagai pasangan yang relatif baru, ia dan Joaquin masih membutuhkan penyesuaian untuk membangun pola permainan yang lebih solid.
“Hanya tadi di poin-poin kritis banyak melakukan kesalahan sendiri. Lebih tepatnya masih ada rasa kagok di lapangan,” ujarnya.
Fadia menyebut nomor beregu sebelumnya menjadi fokus utama Indonesia.
Karena itu, saat tampil pada nomor perorangan, ia dan Joaquin berusaha bermain lebih lepas dan tanpa tekanan terhadap hasil.
“Di perorangan kami lebih main nothing to lose saja. Berharapnya juga bisa kasih kejutan, tetapi sangat disayangkan. Saya tetap bersyukur karena mereka juga mengalahkan kami tidak mudah. Kami sudah memberikan perlawanan terbaik,” kata Fadia.
Sementara itu, Joaquin mengaku tetap menikmati kesempatan tampil di Asian Games bersama Fadia.
Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses adaptasinya di nomor ganda campuran.
“Saya senang karena sudah diberi kesempatan bermain di Asian Games dengan berpasangan dengan Kak Fadia. Tadi saya benar-benar menikmati permainan dan mengeluarkan semua yang saya punya,” ujar Joaquin.
Joaquin mengakui masih kesulitan menjaga kontrol permainan ketika pertandingan berada dalam situasi menentukan.
Kesalahan yang dilakukan pada gim pertama dan ketiga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil akhir.
“Saat poin kritis saya kurang bisa mengontrol diri sendiri lalu melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan,” katanya.
Bermain di ganda campuran juga menjadi tantangan baru bagi Joaquin.
Berbeda dengan pola yang biasa dijalaninya, ia harus lebih banyak bermain di area belakang sekaligus menutup pergerakan Fadia yang berada di depan.
“Bermain ganda campuran mengagetkan untuk saya bahkan sejak latihan karena biasa main di depan, sekarang harus main ke belakang dan cover Kak Fadia. Namun, ini menjadi pengalaman yang berharga buat saya,” ujar Joaquin.
Dengan hasil tersebut, Fadia/Joaquin dipastikan tidak dapat melanjutkan persaingan ke babak perempat final ganda campuran Asian Games Aichi-Nagoya 2026.























