Stok Bulog 4,6 Juta Ton, Pasokan Diperkuat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Perum Bulog terus mengakselerasi penyaluran beras dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Hingga 16 September 2026, total beras yang telah disalurkan melalui tiga penugasan pemerintah mencapai sekitar 2,08 juta ton.

Realisasi tersebut berasal dari program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras yang digulirkan dalam beberapa periode sepanjang 2026.

- Advertisement -

Untuk program SPHP, Bulog mencatat penyaluran telah mencapai 799.593 ton atau sekitar 96,57 persen dari target awal sebesar 828 ribu ton. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar target penyaluran SPHP telah terealisasi hingga pertengahan September.

Selain SPHP, Bulog juga menjalankan penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat penerima manfaat. Pada periode Februari-Maret, bantuan pangan yang telah disalurkan tercatat sekitar 662.867 ton. Sementara untuk periode Juli-September, realisasi penyalurannya mencapai sekitar 618.581 ton.

Dengan demikian, akumulasi penyaluran dari ketiga penugasan tersebut telah mencapai kurang lebih 2,08 juta ton beras.

- Advertisement -

Bulog mengoptimalkan kedua instrumen pemerintah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau.

Melalui SPHP, pasokan beras diperkuat pada tingkat konsumen dengan memanfaatkan berbagai jalur distribusi. Sementara bantuan pangan diarahkan langsung kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan beras rumah tangga.

Kedua skema tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menggerakkan cadangan beras pemerintah (CBP). Beras yang berada dalam penguasaan pemerintah tidak hanya disimpan sebagai stok penyangga, tetapi secara aktif disalurkan ketika dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

Bulog menyatakan pelaksanaan penyaluran dilakukan dengan memanfaatkan jaringan pergudangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Distribusi tersebut mencakup wilayah dari Sabang hingga Merauke sehingga penyaluran CBP dapat menjangkau daerah yang membutuhkan.

Penugasan Beras Pemerintah Makin Besar

Skala penugasan pemerintah melalui CBP pada 2026 diproyeksikan semakin besar. Jika seluruh target dan alokasi penyaluran diperhitungkan, mulai dari SPHP awal sebesar 828 ribu ton, tambahan SPHP sebesar 1 juta ton, hingga bantuan pangan pada periode Februari-Maret, Juli-September dan Oktober-Desember, total volume penugasan pemerintah sepanjang tahun ini mendekati 4,5 juta ton beras.

Besarnya volume tersebut mencerminkan besarnya peran CBP sebagai instrumen pemerintah untuk memperkuat pasokan beras di pasar sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Pada awal 2026, target penyaluran SPHP ditetapkan sebesar 828 ribu ton. Di sisi lain, bantuan pangan untuk periode Februari-Maret memiliki pagu sekitar 664.888 ton, sedangkan alokasi bantuan pangan periode Juli-September mencapai 997.332 ton.

Dengan tambahan penugasan tersebut, Bulog harus memastikan kesiapan stok sekaligus kemampuan distribusi agar seluruh program dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Direktur Utama Perum Bulog Rizal mengatakan perusahaan siap menjalankan berbagai penugasan pemerintah tersebut. Kesiapan itu didukung oleh ketersediaan stok beras yang kuat dan tersebar di jaringan pergudangan Bulog di seluruh Indonesia.

Saat ini, stok beras Bulog disebut mencapai sekitar 4,6 juta ton. Posisi stok tersebut menjadi salah satu modal utama untuk menjaga kelancaran penyaluran beras pemerintah, baik melalui program SPHP maupun bantuan pangan.

Ketersediaan stok dalam jumlah besar juga memberikan ruang bagi Bulog untuk melakukan intervensi ketika terjadi perubahan kondisi pasar, terutama apabila terdapat tekanan terhadap pasokan dan harga beras.

Antisipasi Akhir Tahun

Bulog juga mulai memperkuat kesiapan menghadapi periode akhir 2026. Selain memastikan keberlanjutan penyaluran program pemerintah, perusahaan mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Momentum tersebut biasanya diikuti dengan perubahan pola konsumsi masyarakat dan peningkatan kebutuhan sejumlah komoditas pangan. Karena itu, keberadaan stok CBP dalam jumlah memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pasokan tetap tersedia.

Antisipasi juga dilakukan terhadap kondisi produksi pangan akibat faktor cuaca. Bulog memperhitungkan potensi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih panjang.

Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap produksi dan pasokan beras di sejumlah wilayah. Karena itu, penguatan stok sejak jauh hari menjadi bagian dari langkah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.

Rizal menegaskan kesiapan Bulog akan terus diperkuat, baik dari sisi stok maupun jaringan distribusi. Dengan dukungan pergudangan yang tersebar secara nasional, penyaluran beras pemerintah diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sesuai penugasan.

Besarnya volume beras yang digerakkan sepanjang 2026 sekaligus menempatkan Bulog sebagai salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Penyaluran CBP tidak hanya diarahkan untuk meredam tekanan harga, tetapi juga memastikan akses masyarakat terhadap beras tetap terjaga.

Dengan realisasi penyaluran yang telah mencapai sekitar 2,08 juta ton hingga 16 September dan total skala penugasan sepanjang tahun yang diperkirakan mendekati 4,5 juta ton, pemerintah terus menggunakan CBP sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan pasokan, keterjangkauan harga, dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di berbagai daerah.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Indonesia Amankan Laga Perdana

JCCNetwork.id— Tim nasional basket putri Indonesia mengamankan kemenangan 61-52 atas Thailand pada laga pembuka Grup A Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Aichi International Arena,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER