JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran secara nasional mengalami penurunan pada Senin (14/9/2026). Pergerakan harga tersebut tercatat dalam data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia.
Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga cukup signifikan. Harga komoditas yang kerap menjadi perhatian masyarakat tersebut turun Rp4.550 per kilogram (kg) dibandingkan posisi pada Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan catatan PIHPS Nasional, harga cabai rawit merah kini berada di level Rp85.500 per kg. Sebelumnya, harga komoditas tersebut tercatat Rp90.050 per kg.
Dengan demikian, harga cabai rawit merah turun sebesar 5,05 persen dalam periode pemantauan tersebut. Penurunan ini menjadi kabar positif bagi masyarakat, terutama rumah tangga yang menjadikan cabai sebagai salah satu kebutuhan utama untuk memasak sehari-hari.
Selain cabai rawit merah, penurunan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lain, mulai dari telur ayam ras, bawang-bawangan, beras, daging, hingga gula pasir.
Harga Telur Ayam dan Bumbu Dapur Turun
Komoditas telur ayam ras turut mencatat penurunan harga pada perdagangan eceran nasional. Berdasarkan data PIHPS, harga telur ayam ras turun Rp1.550 per kg atau 5,18 persen.
Harga telur ayam ras yang sebelumnya berada di angka Rp29.900 per kg kini menjadi Rp28.350 per kg. Penurunan ini membuat harga salah satu sumber protein hewani tersebut kembali bergerak lebih rendah dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Perubahan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah tercatat turun 2,65 persen menjadi Rp36.700 per kg dari sebelumnya Rp37.700 per kg.
Sementara itu, bawang putih mengalami penurunan sebesar 5,33 persen. Harga komoditas tersebut kini berada di level Rp37.300 per kg, dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp39.400 per kg.
Penurunan harga bawang merah dan bawang putih berpotensi meringankan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan dapur. Kedua komoditas tersebut merupakan bahan dasar yang banyak digunakan dalam berbagai masakan rumah tangga maupun usaha kuliner.
Harga Beras Bergerak Beragam
Pergerakan harga beras pada Senin (14/9/2026) menunjukkan kondisi yang beragam. Sejumlah jenis beras mengalami penurunan, sementara satu kategori beras justru mencatat kenaikan tipis.
Untuk beras kualitas bawah I, harga naik 0,34 persen menjadi Rp14.850 per kg dari sebelumnya Rp14.800 per kg. Kenaikan tersebut setara Rp50 per kg.
Sebaliknya, harga beras kualitas bawah II mengalami penurunan 1,02 persen. Harga komoditas ini turun dari Rp14.700 per kg menjadi Rp14.550 per kg.
Pada kelompok beras kualitas medium, penurunan harga terlihat lebih besar. Beras medium I turun 3,02 persen menjadi Rp16.050 per kg dari sebelumnya Rp16.550 per kg.
Beras medium II juga mengalami penurunan sebesar 4,27 persen. Harga beras tersebut kini tercatat Rp15.700 per kg, turun dari posisi sebelumnya Rp16.400 per kg.
Pergerakan serupa terjadi pada kelompok beras kualitas super. Harga beras super I turun 4,48 persen menjadi Rp17.050 per kg dari Rp17.850 per kg.
Sementara itu, harga beras super II turun 4,05 persen menjadi Rp16.600 per kg. Sebelumnya, harga beras jenis tersebut berada di level Rp17.300 per kg.
Data tersebut memperlihatkan bahwa penurunan harga terjadi pada sebagian besar kategori beras yang dipantau PIHPS. Namun, beras kualitas bawah I masih mencatat kenaikan meskipun dalam skala terbatas.
Cabai Merah dan Rawit Hijau Mengalami Penurunan
Selain cabai rawit merah, sejumlah jenis cabai lainnya juga mengalami penurunan harga pada awal pekan.
Harga cabai merah besar tercatat turun 6 persen menjadi Rp50.950 per kg dari sebelumnya Rp54.200 per kg. Penurunan tersebut setara Rp3.250 per kg.
Cabai merah keriting juga mengalami penurunan harga. Komoditas ini turun 2,94 persen menjadi Rp61.100 per kg dari sebelumnya Rp62.950 per kg.
Adapun penurunan paling besar dalam kelompok cabai terjadi pada cabai rawit hijau. Harga komoditas tersebut anjlok 19,09 persen, dari Rp64.700 per kg menjadi Rp52.350 per kg.
Penurunan harga cabai rawit hijau mencapai Rp12.350 per kg. Angka tersebut menjadi salah satu perubahan harga paling besar di antara komoditas pangan yang tercatat dalam data PIHPS Nasional pada periode tersebut.
Jika dibandingkan dengan harga cabai rawit merah yang berada di level Rp85.500 per kg, cabai rawit hijau tercatat lebih rendah, yakni Rp52.350 per kg.
Harga Daging Ayam dan Sapi Turun
Perubahan harga juga terjadi pada kelompok protein hewani. Daging ayam ras segar mencatat penurunan 6,35 persen menjadi Rp39.800 per kg dari sebelumnya Rp42.500 per kg.
Harga daging ayam ras segar turun Rp2.700 per kg. Penurunan ini menjadi salah satu perubahan harga yang cukup terlihat pada komoditas protein hewani.
Daging sapi kualitas I juga mengalami penurunan. Harga komoditas tersebut turun 3,84 persen menjadi Rp146.300 per kg dari sebelumnya Rp152.150 per kg.
Sementara itu, daging sapi kualitas II mengalami penurunan lebih terbatas. Harga komoditas ini turun 0,42 persen menjadi Rp142.250 per kg dari sebelumnya Rp142.850 per kg.
Perbedaan harga antara daging sapi kualitas I dan kualitas II masih terlihat dalam pencatatan PIHPS. Daging sapi kualitas I tercatat lebih mahal dibandingkan kualitas II, meskipun keduanya sama-sama mengalami penurunan harga.
Gula Pasir Premium dan Lokal Ikut Turun
Komoditas gula pasir juga mencatat penurunan harga pada perdagangan eceran nasional.
Harga gula pasir kualitas premium turun 1,72 persen menjadi Rp19.950 per kg dari sebelumnya Rp20.300 per kg. Penurunan tersebut setara Rp350 per kg.
Sementara itu, gula pasir lokal turun 2,09 persen. Harga komoditas tersebut kini berada di level Rp18.700 per kg, dibandingkan harga sebelumnya Rp19.100 per kg.
Dengan pencatatan tersebut, harga gula pasir lokal masih berada di bawah harga gula pasir kualitas premium. Keduanya sama-sama mengalami penurunan dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Minyak Goreng Curah Naik, Kemasan Turun
Di tengah penurunan harga berbagai komoditas pangan, minyak goreng curah justru mengalami kenaikan.
Berdasarkan data PIHPS Nasional, harga minyak goreng curah naik 1,71 persen menjadi Rp20.850 per liter dari sebelumnya Rp20.500 per liter. Kenaikan tersebut setara Rp350 per liter.
Pergerakan berbeda terlihat pada minyak goreng kemasan bermerek. Harga minyak goreng kemasan bermerek I turun 2,06 persen menjadi Rp23.800 per liter dari sebelumnya Rp24.300 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek II juga mengalami penurunan sebesar 1,28 persen. Harga komoditas tersebut turun dari Rp23.500 per liter menjadi Rp23.200 per liter.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan harga minyak goreng tidak bergerak seragam. Minyak goreng curah mengalami kenaikan, sedangkan dua kategori minyak goreng kemasan bermerek yang tercatat justru mengalami penurunan.
Harga Pangan Masih Menjadi Perhatian Masyarakat
Perkembangan harga pangan pada Senin (14/9/2026) memperlihatkan adanya penurunan pada sejumlah komoditas yang berperan penting dalam kebutuhan sehari-hari.
Cabai rawit merah, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, beberapa jenis beras, daging ayam, daging sapi, serta gula pasir tercatat mengalami penurunan harga. Di sisi lain, beras kualitas bawah I dan minyak goreng curah masih mengalami kenaikan.
Data PIHPS Nasional menjadi salah satu rujukan dalam memantau perubahan harga pangan strategis di tingkat pedagang eceran. Pergerakan harga tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi harga komoditas pangan yang beredar di pasar pada periode pemantauan.
Dengan adanya penurunan pada sejumlah bahan kebutuhan pokok, masyarakat dapat mencermati perkembangan harga di pasar masing-masing. Sebab, harga eceran di daerah tertentu dapat berbeda sesuai kondisi pasokan, permintaan, serta dinamika perdagangan setempat.
Penurunan harga cabai dan sejumlah bahan pangan lainnya menjadi perkembangan yang patut diperhatikan, terutama bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha yang menggunakan komoditas tersebut sebagai bahan baku utama.





















