JCCNetwork.id- Pemadaman listrik yang terjadi berulang di sejumlah wilayah dinilai mulai memberikan tekanan serius terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gangguan pasokan listrik tersebut berdampak langsung pada aktivitas usaha dan berpotensi menurunkan pendapatan harian para pelaku usaha kecil.
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengatakan UMKM menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi pemadaman listrik karena umumnya tidak memiliki sumber energi cadangan seperti generator set (genset).
“Pelaku usaha besar masih punya cadangan seperti genset. Tapi UMKM tidak punya bantalan itu. Satu jam listrik padam bisa berarti hilangnya pendapatan harian,” ujarnya.
Menurutnya, gangguan listrik menyebabkan berbagai aktivitas usaha terhenti, mulai dari operasional warung, usaha kuliner, hingga jasa laundry.
Selain menghambat pelayanan kepada pelanggan, pemadaman juga meningkatkan risiko kerusakan bahan baku dan keterlambatan penyelesaian pesanan.
Dampak serupa juga dirasakan sektor rumah tangga.
Aktivitas belajar, pekerjaan berbasis daring, serta layanan kesehatan skala kecil turut terganggu ketika pasokan listrik terhenti.
Achmad menilai tingginya ketergantungan masyarakat terhadap listrik membuat setiap gangguan memiliki konsekuensi luas terhadap kegiatan ekonomi dan sosial.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keandalan sistem kelistrikan, terutama ketika pemadaman terjadi berulang dalam waktu yang relatif berdekatan.
Ia juga menyoroti minimnya informasi yang diterima pelanggan saat gangguan terjadi.
Menurutnya, kurangnya kepastian mengenai penyebab pemadajman, wilayah terdampak, dan estimasi waktu pemulihan menyulitkan pelaku usaha dalam mengambil keputusan operasional.
“Ketidakpastian waktu sering kali lebih merugikan daripada pemadaman itu sendiri,” kata Achmad.
Selain itu, mekanisme kompensasi bagi pelanggan dinilai masih belum berjalan optimal.
Padahal, regulasi memberikan hak kepada konsumen untuk memperoleh layanan listrik yang andal serta kompensasi apabila terjadi gangguan yang merugikan.
Achmad memperingatkan bahwa pemadaman listrik yang terus berulang dapat meningkatkan biaya operasional UMKM, melemahkan daya tahan usaha, serta memperlebar kesenjangan ekonomi.
Ia menegaskan perlunya peningkatan keandalan jaringan listrik, penguatan pasokan energi, dan transparansi informasi kepada masyarakat guna mencegah dampak ekonomi yang lebih besar.



