Pramono Setujui Taman Difabel di Taman Puring

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gubernur Pramono Anung menyetujui rencana pembangunan Taman Difabel di kawasan Taman Puring sebagai bagian dari pengembangan ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di wilayah Jakarta Selatan.

Persetujuan itu disampaikan Pramono saat meninjau sejumlah program penataan ruang terbuka hijau di Jakarta Selatan, Selasa (19/5). Menurut dia, pembangunan taman khusus difabel merupakan langkah pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga memperoleh akses yang setara terhadap fasilitas publik.

- Advertisement -

Pramono mengatakan usulan pembangunan taman tersebut berasal dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan telah mendapat persetujuan untuk segera direalisasikan. Ia meminta seluruh proses administrasi dipercepat agar pembangunan fisik dapat segera dimulai dalam waktu dekat.

“Dan saya tadi secara khusus menyetujui apa yang menjadi usulan Wali Kota Jakarta Selatan, Taman Puring akan kita gunakan menjadi Taman Difabel di Jakarta Selatan,” ujar Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (19/5).

Ia juga menginstruksikan jajarannya agar segera menerbitkan dokumen dan surat keputusan pendukung sehingga tahapan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan taman tersebut menjadi fasilitas baru yang mampu menunjang aktivitas sosial dan rekreasi penyandang disabilitas.

- Advertisement -

“Dan saya minta suratnya segera dibuatkan supaya segera kita bisa bangun untuk menjadi taman fasilitas baru dengan luas kurang lebih 3.000 meter persegi di Jakarta Selatan ini,” tambahnya.

Menurut Pramono, keberadaan taman ramah difabel menjadi penting karena ruang publik harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ia menilai pembangunan fasilitas yang inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan kota yang setara dan nyaman bagi semua warga.

Meski Jakarta sebelumnya telah memiliki taman serupa di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Pramono menekankan bahwa proyek di Jakarta Selatan harus memiliki kualitas dan konsep yang lebih baik. Karena itu, ia meminta proses perancangannya melibatkan arsitek dan tenaga ahli yang memahami kebutuhan penyandang disabilitas.

“Taman difabel di Jakarta sebenarnya sudah pernah ada, yaitu di Pademangan. Tapi saya akan minta untuk di Jakarta Selatan ini supaya menggunakan arsitektur yang paham tentang kebutuhan untuk difabel,” jelas Pramono.

Ia menjelaskan, desain kawasan nantinya tidak hanya menitikberatkan pada aspek estetika, tetapi juga fungsi dan kenyamanan pengguna. Fasilitas seperti jalur kursi roda, area interaksi sosial, ruang bermain, hingga aksesibilitas untuk berbagai jenis disabilitas disebut akan menjadi perhatian utama dalam pembangunan taman tersebut.

Pramono berharap taman itu nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penyandang disabilitas sebagai ruang berkegiatan, berinteraksi, sekaligus tempat rekreasi yang aman dan nyaman di tengah kawasan perkotaan.

“Supaya ruang untuk difabel bisa betul-betul dimanfaatkan oleh difabel yang ada,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menilai keberadaan taman inklusif dapat menjadi simbol meningkatnya perhatian terhadap hak-hak penyandang disabilitas, khususnya dalam memperoleh akses yang setara terhadap fasilitas umum dan ruang terbuka hijau di ibu kota.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.630

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER