DPR Minta Waspada Hantavirus

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah memperkuat sistem surveilans penyakit menular dan meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan menyusul munculnya puluhan kasus hantavirus di Indonesia. Langkah antisipasi dinilai penting guna mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-16 tahun 2026, tercatat sebanyak 23 kasus hantavirus telah teridentifikasi di Indonesia sejak 2024. Kondisi itu memicu perhatian DPR, terutama terkait kemampuan deteksi dini dan kesiapan layanan kesehatan dalam menangani potensi lonjakan kasus.

- Advertisement -

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menilai pemerintah perlu memperkuat koordinasi lintas sektor agar langkah pencegahan dan penanganan dapat berjalan lebih efektif. Menurutnya, pengawasan kesehatan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemantauan potensi penyebaran penyakit dari lingkungan sekitar.

Ia menegaskan bahwa penguatan surveilans menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko. Dengan sistem pemantauan yang lebih baik, pemerintah dinilai dapat lebih cepat mendeteksi kasus dan menyiapkan respons kesehatan yang tepat sebelum penyebaran meluas.

“Langkah tersebut penting agar Indonesia dapat melakukan antisipasi lebih dini dan menyiapkan respons kesehatan masyarakat secara tepat,” kata Charles, di Jakarta, Senin (11/5).

- Advertisement -

Selain itu, Charles juga meminta masyarakat tidak panik menyikapi temuan kasus hantavirus. Ia mengimbau warga tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun otoritas kesehatan guna menghindari munculnya disinformasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI lainnya, Edy Wuryanto, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejumlah faktor risiko yang dapat memicu penyebaran hantavirus. Faktor tersebut antara lain kondisi lingkungan, kepadatan penduduk, hingga keberadaan tikus sebagai hewan pembawa virus.

Edy menekankan pentingnya penerapan pendekatan One Health, yakni konsep penanganan kesehatan yang mengintegrasikan sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan itu dinilai penting untuk mendeteksi sumber penularan sekaligus memperkuat langkah pencegahan secara terpadu.

Menurutnya, kewaspadaan tidak boleh diabaikan meski jumlah kasus yang ditemukan masih terbatas. Pemerintah daerah hingga fasilitas layanan kesehatan diminta aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya hantavirus dan cara pencegahannya.

“Waspada tidak boleh diabaikan karena Indonesia memiliki faktor risiko yang cukup besar,” tandas sesama anggota Fraksi PDIP itu.

Kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh Seoul Virus. Virus tersebut diketahui dapat memicu penyakit Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), yakni gangguan yang menyerang ginjal dan disertai gejala demam berdarah.

Gejala infeksi hantavirus kerap menyerupai flu biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Kondisi itu membuat kasus berpotensi tidak terdeteksi pada tahap awal apabila masyarakat tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, DPR juga menyoroti keberadaan varian lain yakni Andes Virus yang sebelumnya ditemukan dalam insiden kapal MV Hondius. Berbeda dengan Seoul Virus, varian tersebut dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi.

Komisi IX DPR berharap pemerintah dapat meningkatkan kesiapsiagaan nasional, termasuk memperkuat kapasitas laboratorium, memperluas edukasi publik, serta memastikan fasilitas kesehatan memiliki kemampuan penanganan yang memadai apabila terjadi peningkatan kasus di kemudian hari.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Malaysia Pesta 6 Gol, Indonesia Rebut Tiket Final

JCCNetwork.id- Timnas Malaysia menutup perjalanan di Grup A Divisi 1 Piala ASEAN FIFA 2026 dengan kemenangan telak 6-0 atas Singapura. Namun, pesta gol tersebut...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Saldi Isra Beri Peringatan Keras Jelang Putusan Ijazah Gibran, Jangan Ganggu Hakim
08:42
Video thumbnail
Guyonan Lucky Alfirman, Saat Disambuat Menjadi Wamenkeu
08:24
Video thumbnail
Titiek Soeharto Kaget Lihat Stok Beras Pedagang Menggunung, Spontan Bilang Begini
08:30
Video thumbnail
Saldi Isra Soroti Nilai Gibran di Sidang MK
13:25
Video thumbnail
Jadi Gubernur Konten Ternyata Bikin Pusing Begini Kata Kang Dedi Mulyadi
10:20
Video thumbnail
Hakim Arsul Sani Bingung Nilai 2 Surat Penyetaraan Gibran Jadi Butuh Istikharah Dulu
08:09
Video thumbnail
Masuk Wantimpres, Rocky Gerung Blak-blakan Soal Perannya: Mengolah Persepsi Publik
09:05
Video thumbnail
Eks Ketua KPU Hasyim Asy’ari Beberkan Soal Dokumen Pendidikan Gibran di Sidang MK #shorts
01:42
Video thumbnail
Eks Ketua KPU Hasyim Asy’ari Beberkan Soal Dokumen Pendidikan Gibran di Sidang MK
13:09
Video thumbnail
Rocky Gerung Dilantik Jadi Wantimpres Prabowo, Alasan Gue Menolak Apa? #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Blak-blakan: Alasan Gue Menolak Apa?
09:17
Video thumbnail
Detik-Detik Saldi Isra Cecar Kemendikdasmen Soal Pendidikan Gibran: Tidak Ada Ijazah?
10:00
Video thumbnail
Bikin Haru Gubernur Sherly Mendadak Berhenti Saat Lihat Bocah di Tengah Kunker
08:17
Video thumbnail
Soal Pendidikan Gibran, Hakim Minta Penjelasan Grade 12 di UTS Insearch
13:32
Video thumbnail
Di Hadapan Hakim MK, KBRI Canberra Jelaskan Sistem Pendidikan UTS Australia
08:06
Video thumbnail
Dilantik Langsung Presiden Prabowo, Rocky Gerung Resmi Jadi Anggota Wantimpres #shorts
00:50
Video thumbnail
Pesan Khusus Presiden Prabowo Usai Rocky Gerung Resmi Jadi Anggota Wantimpres #shorts #trending
01:43
Video thumbnail
Prabowo Resmi Lantik Rocky Gerung Jadi Anggota Wantimpres
19:40
Video thumbnail
Resmi, Prabowo Lantik Pratikno Jadi Ketua Wantimpres
20:32
Video thumbnail
Reaksi Jokowi Soal Pergantian Kapolri #shorts #trending
00:31

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER