JCCNetwork.id- Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai selebrasi “ice cold” yang dilakukan Beckham Putra Nugraha pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 tidak akan berujung sanksi. Hodak menegaskan selebrasi tersebut berlangsung dalam konteks pertandingan dan tidak ditujukan untuk memprovokasi pihak mana pun.
Selebrasi itu dilakukan Beckham usai mencetak gol cepat pada menit kelima ke gawang Persija Jakarta dalam duel bertajuk klasik yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, Minggu (11/1) sore WIB. Gol tunggal tersebut memastikan Persib menang 1-0 setelah Persija gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang berbunyi.
Hodak menyampaikan bahwa situasi pertandingan kali ini berbeda dengan insiden serupa pada musim lalu yang berujung hukuman dari Komisi Disiplin PSSI. Saat itu, selebrasi Beckham dinilai memicu provokasi karena dilakukan di kandang Persija dengan kehadiran suporter tuan rumah.
“Beruntung hari ini tidak ada fans Persija di sini, sehingga dia tidak memprovokasi siapa pun. Tapi Anda bisa lihat, sepak bola adalah olahraga emosional, seperti ada kartu merah di pertandingan, itu bisa terjadi karena emosi,” kata Bojan Hodak, dalam konferensi pers usai laga di Stadion GBLA, Minggu (11/1).
Pelatih asal Kroasia itu mengaku telah mengingatkan para pemain untuk mengontrol emosi sebelum laga. Namun, ia memahami luapan perasaan yang muncul ketika pemain tampil maksimal dan mampu mencetak gol pada pertandingan dengan tensi tinggi. “Sebelum pertandingan, saya bicara kepada mereka untuk mengontrol emosinya, tetapi ketika mereka bermain seratus persen dan mencetak gol di pertandingan seperti ini, tentu saja (meluapkan emosi),” tambahnya.
Kemenangan atas rival abadi tersebut membawa Persib naik ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Adapun Persija tertahan di peringkat ketiga dengan 35 poin, sehingga persaingan papan atas semakin ketat memasuki paruh kompetisi.
Di sisi lain, Beckham menegaskan selebrasi yang ia lakukan merupakan ekspresi personal dan bagian dari karakter bermainnya. Ia menilai tidak ada pelanggaran dalam gestur tersebut selama tidak diarahkan untuk memancing reaksi negatif.
“Ya ini sudah ikonik bagi saya dan ini adalah hal yang normal. Kalian bisa lihat juga ada pemain Chelsea yang melakukan itu dan saya pikir hal yang lumrah. Ini jadi selebrasi ikonik saya. Kita juga di puncak jadi kenapa enggak selebrasi gitu.”
Gelandang muda Persib itu menambahkan, posisi tim yang kini memimpin klasemen turut mempengaruhi euforia di lapangan.
Dengan hasil ini, Persib memperpanjang tren positif sekaligus memperkuat peluang bersaing dalam perebutan gelar. Sementara Persija dituntut segera bangkit agar tidak tertinggal dalam perburuan posisi teratas Super League musim ini.



