JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98), Willy Prakarsa, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi kepemimpinan nasional melalui akun media sosial X miliknya, @Prakarsa99Willy.
Dalam unggahannya, aktivis senior 98 ini menyinggung soal beban rakyat yang semakin tercekik oleh pajak, minimnya lapangan kerja, hingga kondisi ekonomi yang kian melemah. Ia menilai keadaan tersebut menjadi tanda negara dipimpin oleh pemimpin yang gagal bekerja.
“Di belahan dunia dan di suatu negara jika rakyatnya terus dicekik lewat pajak, lapangan kerja tertutup dan ekonomi lumpuh, TANDA NEGARA tsb dipimpin oleh orang yang tidak becus bekerja. Sudah seharusnya belajar lewat Revolusi Prancis,” tulis Willy Prakarsa, dikutip hari ini.
Ia menambahkan, pemimpin yang gagal sebaiknya mundur atau dimundurkan oleh rakyat. Sebab, negara yang sakit biasanya justru memproduksi kekacauan dan pencitraan semu.
Lebih jauh, Willy menegaskan bahwa bukan parlemen yang harus dibubarkan, melainkan negara yang selalu menyengsarakan rakyat
juga bisa memicu kemarahan rakyatnya sendiri.
Willy juga mengingatkan bahwa Revolusi Prancis sebagai cermin bagi bangsa yang sedang sakit. Bukan karena kekosongan kepemimpinan, tetapi lantaran pemimpin dianggap konyol dan bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.
Untuk itu, aktivis senior yang juga kerap disebut dengan dukun politik ini mengingatkan kritiknya dengan menyebut prinsip Vox Populi Vox Dei atau “Suara rakyat adalah suara Tuhan.”
“Jangan lupa Vox Populi Vox Dei, Suara Rakyat adalah Suara Tuhan,” tandasnya.




