JCCNetwork.id- Pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengenai adanya “kekuatan besar” yang memainkan isu dugaan ijazah palsunya menuai kritik dari berbagai pihak. Pakar telematika Roy Suryo, salah satu terlapor dalam kasus tersebut, menilai pernyataan Jokowi tidak berdasar dan sembrono, bahkan menyebutnya sebagai ciri khas Jokowi yang kerap sein kiri belok kanan.
Roy Suryo menyayangkan pernyataan Jokowi yang kemudian digoreng media, baik mainstream maupun alternatif.
Sementara itu, peneliti media dan politik Buni Yani menuding Jokowi semakin panik menghadapi tudingan ijazah palsu seiring terungkapnya fakta dan kesaksian baru. Menurutnya, Jokowi berusaha menciptakan kesan masih menjadi penguasa de facto dan mampu mengendalikan institusi pemerintahan di era Prabowo.
Di sisi lain, Koordinator Simpul Aktivis Angkatan (Siaga) 98, Hasanuddin, mendesak Menkopolhukam Budi Gunawan dan BIN turun tangan mengusut kasus ini. Ia menekankan perlunya pendalaman untuk mengungkap potensi skandal lain di balik polemik ini serta mencegah tindak pidana dalam proses hukum yang berjalan.



