Pakar Digital Forensik Nilai Klaim Hasil Analisis Rismon Terkait Skripsi dan Ijazah Jokowi Prematur

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Polemik seputar keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terus memicu perdebatan di ruang publik. Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 1998 (Jari 98), Willy Prakarsa, menilai isu tersebut sebagai bentuk pelecehan intelektual dan upaya pengalihan dari persoalan substansial bangsa.

Ia menganggap isu ijazah tersebut terlalu receh dibandingkan dengan tantangan kesejahteraan masyarakat yang masih belum sepenuhnya terwujud.

- Advertisement -

Sementara itu, ahli digital forensik Josua Sinambela menyebutkan hasil analisis yang dilakukan Rismon Sianipar terkait skripsi dan ijazah Presiden Joko Widodo sebagai kesimpulan prematur. Menurutnya, klaim yang menyebutkan ijazah dan skripsi Jokowi palsu tidak didukung oleh metodologi ilmiah yang memadai.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI), Ardi Suteja, menyatakan perlu adanya gelar perkara ulang untuk memastikan keaslian dokumen tersebut. Ardi menekankan pentingnya melibatkan lembaga forensik independen seperti Universitas Indonesia (UI) atau Universitas Islam Indonesia (UII) guna memulihkan kepercayaan publik.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kapal Listrik Dorong Ekonomi Nelayan Desa Kelan

JCCNetwork.id- Pemanfaatan energi bersih mulai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Desa Kelan, Bali. Nelayan setempat kini memanfaatkan kapal bertenaga listrik...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

40 Ribu Hektare Sawah Aceh Dipulihkan

Harga Cabai Melonjak

Jenazah Sukarman Tiba di Soetta

Korban Gaza Tembus 74 Ribu