JCCNetwork.id-Aksi pemadaman lampu serentak selama satu jam yang digelar di Jakarta pada Sabtu malam (26/4/2025) membuahkan hasil signifikan dalam penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat, pemadaman yang berlangsung dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB ini berhasil menekan emisi karbon sebesar 297,77 ton CO2e (karbon dioksida ekuivalen).
Selain itu, penghematan konsumsi listrik mencapai 372 Megawatt-jam (MWh), dengan nilai efisiensi anggaran listrik sebesar Rp538 juta.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam program tersebut. Menurutnya, capaian tahun ini menunjukkan hasil lebih besar dibanding aksi-aksi serupa sebelumnya.
“Partisipasi masyarakat membuat dampak penghematan energi menjadi lebih nyata. Ini bukti kecil bahwa kebiasaan sederhana dapat membawa perubahan besar,” ujar Asep.
Aksi pemadaman lampu ini diadakan sebagai bagian dari upaya menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong perilaku hemat energi di tengah masyarakat urban. DLH DKI Jakarta juga memastikan program serupa akan digelar rutin beberapa kali dalam setahun guna membiasakan warga untuk lebih sadar energi.
Sejumlah ikon ibu kota turut serta dalam aksi ini. Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang Bundaran HI, Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga Balai Kota DKI Jakarta terlihat padam selama 60 menit, sebagai simbol komitmen Jakarta menuju kota berkelanjutan.
Asep menekankan bahwa langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan atau menggunakan peralatan hemat energi mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi jejak karbon.
“Jika aksi seperti ini dilakukan secara konsisten, Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan,” pungkasnya.



