JCCNetwork.id – Pengamat kebijakan publik, Riko Noviantoro, mengkritisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, terkait dengan peretasan yang menimpa Pusat Data Nasional (PDN).
Riko menegaskan bahwa Budi Arie seharusnya memikul tanggung jawab penuh atas kejadian ini.
Bahkan sudah selayaknya mengundurkan diri sebagai langkah pertanggungjawaban.
“Tak perlu diberikan ‘kartu merah’, harusnya sudah mengundurkan diri karena gagal mengamankan data,” ujar Riko, Rabu (3//7/2024).
Menurut Riko, Langkah Budi Arie dalam menjaga keamanan data pribadi masyarakat telah gagal, yang seharusnya menjadi prioritas utama sebagai Menteri Kominfo.
Serangan terhadap PDN tidak hanya mengakibatkan gangguan serius pada layanan publik, tetapi juga meningkatkan risiko kebocoran data yang dipercayakan kepada pemerintah.
Masih dalam konteks ini, Riko Noviantoro menambahkan bahwa kepercayaan publik terhadap keamanan data harus menjadi prioritas utama.
Oleh sebab itu, Budi Arie sebagai pemimpin di bidang ini, diharapkan untuk bertindak lebih tegas dalam mengatasi ancaman cyber seperti peretasan PDN.
Sementara itu, petisi yang mendesak Budi Arie untuk mundur telah ramai tersebar di platform change.org sejak 26 Juni 2024, yang diinisiasi oleh SAFEnet.
Petisi ini mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap kinerja Budi Arie dalam melindungi keamanan data pribadi warga negara.



