Indonesia Berpotensi Dihadapkan pada Era ‘Presiden Singkat’

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua Bidang Politik DPP Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Simson Simanjuntak, menyoroti potensi arah politik Indonesia pasca-sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam pernyataannya, Simson mengungkapkan harapannya terhadap keselamatan konstitusi negara.

Menurut Simson, jika sidang sengketa Pilpres di MK tidak menghasilkan keputusan yang memuaskan dan wacana hak angket hanya menjadi formalitas politik belaka, Indonesia mungkin akan menyaksikan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.

- Advertisement -

Namun, Simson juga memprediksi bahwa masa jabatan pasangan nomor urut 02 itu tidak akan berlangsung lama. “Andaikan putusan Mahkamah Konstitusi tidak berhasil dan angket tidak berjalan dan Prabowo-Gibran dilantik, ya nanti saya yakin enggak lama,” ujar Simson kepada JCCNetwork beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemimpin yang tidak sah secara politik akan menghadapi tantangan besar dalam menangani berbagai masalah bangsa.

Apalagi bangsa ini tengah  menghadapi berbagai macam persoalan bersar yang butuh legitimasi politik yang kuat.

- Advertisement -

“Karena secara secara politik tidak legitimasi dan saya enggak enggak yakin ini berlangsung lama. Karena pemimpin yang tidak legitimate sangat sulit bisa mengatasi  persoalan bangsa. Apalagi Krisis bangsa  besar di depan mata kita. Yaitu krisis ekonomi dan krisis hukum dan politik,” ucap Simson yang juga aktivis senior 98 tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jajaran Direksi Baru PELNI Resmi Ditetapkan

JCCNetwork.id- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero melakukan perubahan susunan kepemimpinan perusahaan melalui pergantian sejumlah anggota direksi. Perombakan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER